Hukum Qashar (Meringkas) Salat Bagi Musafir yang Bepergian dalam Waktu Lama

 

Oleh asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala

 

 

Pertanyaan:

Si penanya berkata, “Aku pernah meringkas salat ketika bepergian menuju sebuah daerah yang kutuju melebihi batas waktu diperbolehkannya meringkas salat. Bagaimana hukum salat yang telah kuringkas dalam safarku itu? Dan apa kewajibanku sekarang? Haruskah aku mengulangi salat tersebut?”

 

Jawaban:

Salat anda sah dan tidak perlu diulang, karena sebagian ulama berpendapat bahwa boleh bagi seorang yang bepergian untuk meringkas salat walaupun tempo bepergiannya lama berdasarkan makna yang tampak dari beberapa hadis. Dan ini merupakan pendapat yang kuat.

Namun, untuk mengambil langkah kehati-hatian, apabila seorang mukmin berniat untuk bepergian selama lebih dari empat hari menuju suatu negeri, suatu desa, atau suatu daratan, maka hendaknya ia menyempurnakan salat, jika ia memang benar-benar bertekad untuk tinggal di sana selama lebih dari empat hari. Inilah pendapat yang lebih hati-hati sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama.

 

Akan tetapi, jika dia telah meringkas salat karena berpegang kepada pendapat yang kedua maka ia tidak perlu mengulang salat dan tidak ada dosa baginya. Hanya saja, merupakan sunnah apabila ia mengambil langkah kehati-hatian. Jika dia telah bertekad untuk tinggal di rumahnya pada sebuah pulau, desa, atau negeri selama lebih dari empat hari, maka lebih utama baginya untuk menyempurnakan salat dengan empat rakaat. Ini yang lebih hati-hati. Maka semestinya ia memilih pendapat ini.

Demikian pula hendaknya dia tidak salat sendiri. Bahkan wajib baginya untuk salat berjamaah di masjid empat rakaat, jangan salat sendiri. Apabila ia tinggal di suatu negeri, maka wajib baginya untuk salat empat rakaat bersama orang lain. Na’am.

 

Sumber: Situs Resmi Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala, https://binbaz.org.sa/fatwas/5186/حكم قصر المسافر الصلاة مايقارب شهرين أوثلاثة

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Qurbani Minhajul Atsar