Jangan Sampai Fakta Ini Terjadi

 

Oleh Tim Mading at-Tibyan Thullab Takhasus

 

Pembaca rahimakumullah…

Tulisan ini merupakan bahan muhasabah dan interospeksi diri bagi kita semua. Yaitu tentang sebuah ibadah yang sangat agung dalam agama Islam. Bahkan sebagai rukun Islam kedua sekaligus tiang agama. Benar, yaitu ibadah shalat.

Sebuah ibadah yang apabila dikerjakan dengan baik maka pelakunya akan mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Sebuah ibadah yang akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.

Namun, tidak jarang, seorang yang shalat lalai dalam mengerjakannya. Ia tidak khusyuk dan tidak merenungi bacaannya. Terkadang rukun-rukun salat tidak dikerjakan dengan sempurna, contohnya dalam hal thuma’ninah.

Beberapa orang mungkin grusah-grusuh ketika salat dan banyak melakukan gerakan yang bukan bagian dari salat, semisal mengupil, meremas-remas jari, dan sebagainya.

Contoh lain lagi, mungkin ada yang tidak sempurna ketika mengangkat tangan, tidak sampai sejajar dengan bahu apalagi daun telinga. Atau bahkan mungkin  ada yang melakukan takbiratul ihram sambil berjalan.

Ada pula yang bisa jadi tidak membaca bacaan salat, bibirnya tidak bergerak dan mulutnya hanya diam saja. Yang ada malah matanya melirik kesana kemari atau bahkan melamun ketika sedang salat.

Atau mungkin ada yang tidak memerhatikan masalah lurus dan rapatnya saf. Ada celah di sampingnya ia biarkan kosong. Bagaimana ia akan tahu bahwa celah di sampinya kosong sementara ia sendiri mungkin melamun, mengantuk atau bahkan tertidur ketika salat.

Sebagian kita ketika sujud mungkin kurang mengangkat dan membuka lengan kita ke atas, atau bahkan meletakkannya di lantai. Padahal kita sudah tahu kan bahwa yang seperti itu menyerupai anjing sebagaimana disebutkan dalam hadis?!

Saat duduk tahiyyat bisa jadi ada di antara kita yang kurang bersemangat (loyo) ketika mengangkat telunjuknya. Terkadang sampai harus ditegur atau disenggol oleh orang di sampingnya. Mengangguk-angguk, seakan-akan khusyuk, padahal mengantuk. Allahul Mustaan.

Fakta-fakta di atas tentu sangat menyedihkan kalau terjadi pada diri kita. Terlebih ketika kita semua sudah tahu ilmu tentang rukun, syarat dan kewajiban salat secara lengkap. Namun harapannya, fenomena tadi tidak terjadi pada kita.

Hanya saja, tulisan ini sebagai nasehat untuk kita. Semoga bermanfaat dan semoga Allah memberikan khusyuk kepada kita saat shalat kita. Wabillahit-taufiq.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.