Kisah Penggugah Kesabaran dalam Menuntut Ilmu

 

Oleh Hannan Majid Purwokerto, Takhasus
 

Kisah para sahabat terdahulu amatlah pantas untuk kita ambil pelajaran dan motivasi darinya. Membaca kisah mereka akan menambah iman dan melejitkan semangat, biidznillah. Di antaranya adalah kisah yang akan kita renungi ini. Kisah penggugah kesabaran yang insya Allah akan melambungkan semangat kita dalam menuntut ilmu.

Namun sebelum membaca kisah tersebut, alangkah baiknya jika sedikit mengulas tentang kesabaran dengan makna yang luas.

 

Kesabaran, Sebuah Amalan Besar

Sabar, sebuah kata yang mudah diucapkan, sering terdengar, namun sangat berat untuk mengamalkannya. Sabar, sebuah nasihat yang mungkin sudah pernah tertulis berulang kali dalam artikel para santri. Bosan memang, kalau kita terus membaca dan mendengarkan nasihat ini. Namun karena pentingnya sabar dalam hidup seorang mukmin, tak mengapa lah kita kembali mengulangnya agar menjadi pengingat bagi kita semua.

Sabar itu konsekuensinya berat, menahan hati, lisan, dan anggota badan dari hal-hal yang haram yang biasanya jiwa kita malah cenderung menginginkannya. Atau menahan diri dan menerima hal-hal tidak mengenakkan yang menimpa kita. Tidak hanya itu, bahkan terkadang untuk bersabar kita harus mengorbankan perasaan.

 

Tak heran, Allah menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang mampu bersabar. Dalam ayat-Nya Dia mengatakan,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)

Sabar bagi seorang mukmin merupakan suatu keharusan, yang  selalu menemani dan mengiringinya di saat musibah itu datang menghadang. Itulah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Betapa menakjubkannya urusan seorang mukmin, semua urusannya baik. Dan hal itu tidak ada pada selain mereka. Apabila kebahagiaan menghampirinya, ia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Apabila musibah datang menimpanya, ia bersabar, maka itu pun kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2999)

 

Memang benar, sabar itu selalu ada di saat ujian menimpa mereka, di setiap waktu dan tempat. Namun yang lebih dari itu adalah sabar dalam thalabul ilmi, di saat mempelajari ilmu agama. Kenapa?

Karena thalabul ilmi adalah amalan yang besar, panjang perjalanannya, tidak hanya selesai dalam dua atau tiga tahun saja. Di sana perlu perjuangan sekuat tenaga untuk tetap istikamah dan tegar dalam menghadapi berbagai rintangan dan lika-liku yang ada. Jauhnya dari orang tua dan kerabat, minimnya harta, kurangnya kemampuan dalam menghafal dan memahami, gangguan teman, kerasnya sikap guru, dan seabrek halangan lainnya.

Sekarang, marilah kita membaca kisah penggugah kesabaran, yang semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

(Klik laman selanjutnya di bawah)


Baca Juga: Spirit Thalabul Ilmi


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.