“Negeriku yang Tercinta,” Reportase Pemasangan Bendera Merah-Putih di Ma’had Kami

Pemasangan bendera di Ma'had

 

Oleh Tim Jurnalistik Santri

 

“Yang ini Antum pasang di pos jaga aja ya Mas…”, ujar Hasan (22 tahun), ketua Tim Kantor Takhasus yang sedang mengkoordinir santri kelas 3 untuk pemasangan umbul-umbul bendera merah-putih di beberapa titik di ma’had.

Seperti yang telah lumrah, di Hari Kemerdekaan Negeri yang semakin dekat, pemerintah menghasung warganya untuk memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di setiap rumah. Ma’had Minhajul Atsar, sebagai upaya menjalankan perintah Allah untuk taat kepada pemerintah, pun segera memasang bendera merah-putih di beberapa titik di lingkungan Ma’had.

Di samping, ma’had juga mengingatkan para ikhwah untuk memasangnya di setiap rumah sesuai imbauan pemerintah.

Pemasangan bendera di Ma'had

Bendera merah-putih di sekitar taman alpukat

Tempat-Tempat Pemasangan Bendera

Di lingkungan ma’had, bendera-bendera yang ada akan dipasang di beberapa titik.  Berikut ini beberapa di antaranya yang tanggung jawab pemasangannya diserahkan kepada santri.

  • Gerbang masuk area gedung TN (Tarbiyatun Nisa’), dan pos jaga: Abu Hudzaifah Kebumen, Subhan Merauke, Muh. Arif Padang, Utsman Jambi.
  • Depan pos jaga dan portal masuk ma’had: Lekat Hidayat Lampung, Muslim Kolaka, Muh Yusron Jember, Shaifi Lampung.
  • Gang Mujahidin (perumahan asatidzah): Nur Hidayat, Khalid Bengkulu, Reyhan Azmen Bengkulu, Yahya Klaten.
  • Area parkir sekitar Taman Alpukat: Taqwa Timika, Fikri Jember, Reyhan Baabduh, Aqil Aziz Jember.
  • Gerbang masuk area asrama Takhasus: Abdulllah Jogja, Adhiyaun Sumatra Utara, Syahril Ambon, Muhammad Jember.
  • Depan Pabrik Madu at-Tin: Reyhan Audi Lampung, Amir Lumajang, Umar Medan.

Pembagian ini bertujuan agar tugas yang ada bisa terselesaikan dengan rapi, cepat dan teratur.


Baca Juga: Prinsip Taat Kepada Pemerintah (Waliyyul Amr)


Waktu Pemasangan

Pemasangan bendera dilaksanakan pada malam hari dengan tujuan agar kondisi lebih tenang dan menghindari kerumunan para santri MTP yang selalu penasaran. Juga, karena memang di waktu itulah jam kosong para santri Takhasus dari kegiatan lainnya. Sehingga bisa melaksanakan ta’awun (kerja bakti) dengan leluasa.

 

Penutup

Apa yang kami lakukan di ma’had ini, dan menjadi prinsip dasar setiap salafi, adalah firman Allah Taala di dalam al-Quran :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), serta ulil amri (pemerintah) di antara kamu.” (QS. an-Nisa’: 59)

Kita berharap semoga Allah selalu memberikan penjagaan kepada negeri kita ini beserta para penguasanya. Semoga pula Allah memberikan kepada mereka pembimbing dan penasihat yang baik, yang selalu menyeru kepada kebaikan dan melarang dari berbagai kejelekan.

Amin…


Artikel Kami: Tidak Taat Pemerintah Adalah Perangai Jahiliah


Penulis: Mudzakkir Muhammad Arif, Padang

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.