Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Pentingnya kembali kepada ulama

 

Oleh Muadz Buthon Takhasus

 

Sebuah perkara yang telah menjadi keyakinan ahlus sunnah, bahwa ulama merupakan pewaris para nabi. Dengan sebab mereka, tongkat estafet dakwah para nabi dan rasul terus bergulir seiring dengan berjalanya waktu. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، َإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا، وَلَا دِرْهَمًا وإنما وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil  warisan tersebut, sungguh ia telah mengambil bagian yang besar.”

 

Kedudukan ulama di tengah umat

Kehadiran ulama di tengah umat sungguh sangat dibutuhkan. Para ulama lebih sayang dibandingkan para orang tua, karena para ulama menyelamatkan umat dari api neraka. Sedangkan para orang tua, mereka menyelamatkan anak-anaknya dari api dunia. Ulama menjadi tempat mengadu setiap problem yang dihadapi dalam urusan agama. Mereka selalu tampil sebagai pembimbing, pembina, dan penasehat kebenaran ketika manusia terjebak dalam kebingungan, untuk mengatasi syubhat yang muncul di masa-masa fitnah.

Tak heran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan rekomendasi kepada mereka, bahwa keberkahan itu dengan mengikuti bimbingan dan arahan ulama kibar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

البركة مع أكابركم   

“Keberkahan itu bersama ulama kibar.”

 

Bahaya menyelisihi bimbingan ulama kibar

Jika umat menyelisihi bimbingan ulama kibar, tidak memperdulikan arahan dan bimbingannya, maka tidak akan meraih keberkahan. Bahkan menjadi malapetaka yang membinasakan, jika bimbingan ulama diselisihi. Sedangkan bimbingan orang-orang yang masih muda umurnya dan sedikit ilmunya lebih diutamakan. Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَخَذُوا الْعِلْمَ عَنْ أَكَابِرِهِمْ، فَإِذَا أَخَذُوهُ عَنْ أَصَاغِرِهِمْ، وَشِرَارِهِمْ هَلَكُوا

“Umat manusia akan senantisa berada dalam kebaikan, selama mereka mengambil ilmu (mengikuti bimbingan)  para ulama kibar. Apabila mereka mengambilnya dari orang-orang yang masih muda, mereka akan binasa.”

 

Pesan

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita sebagai Ahlus Sunnah, untuk terus meningkatkan dan menguatkan prinsip bersama ulama kibar yang kian pudar di zaman ini. Terlebih di masa merajalelanya fitnah syubhat dan syahwat yang telah banyak menyesatkan umat manusia dari jalan kebenaran.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Memudahkan kita semua untuk menempuh sebab-sebab yang menjauhkan kita dari kebinasaan dan penyimpangan, di antaranya dengan mengikuti bimbingan dan fatwa ulama kibar. Wallahu ‘alam  

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.