Tanpa Tatsabbut Urusan Jadi Semrawut

 

 Oleh Nur Khalis Aziz Palembang Takmili 2B

 

Allah subhanahu wa ta’ala berkata dalam al-Qur’an,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang yang fasiq datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Wahai kawan, kita hidup di zaman era modernisasi dengan tersebarnya alat komunikasi dan mudahnya seorang menyebarkan berita negatif tentang saudaranya, tetangganya, dan teman akrabnya serta yang lainnya.

Banyaknya berita-berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan akan melahirkan kebencian, bahkan permusuhan dan pengkhianatan antara kaum muslimin. Oleh karena itu wahai kawan, hal ini menuntut bagi kita untuk tatsabbut/tabayyun (mengonfirmasi/bertanya/kroscek kebenaran) sebuah berita yang datang agar kita tidak termasuk orang-orang yang memunculkan kebencian ataupun permusuhan.

Tabayyun dan ta’anni adalah dua perilaku yang mulia lagi terpuji, seorang yang bertabayyun berarti dia telah merealisasikan perintah Allah dan Rasul-Nya. Demikian pula ta’ani (tenang) dalam semua permasalahan, termasuk dalam menyikapi sebuah berita.

Para ulama telah mencontohkan bagi kita sebuah sikap yang mulia lagi terpuji. Mereka sangat berhati-hati dalam menyikapi sebuah berita terkait masalah umat maupun terkait person muslim. Mereka tenang dan tidak terburu-buru dalam memvonis. Sikap inilah wahai kawan, patut untuk kita teladani terlebih pada masa-masa fitnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sikap tenang itu datangnya dari Allah dan sikap terburu-buru itu datang dari syaithan.” (HR. Abu Ya’la di musnadnya no. 4256)

Wahai kawan, sikap serampangan dalam menyebarluaskan berita dusta bagi kebanyakan orang perkara yang kecil, padahal itu besar di sisi Allah.

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“Kalian mengira hal itu perkara remeh, bahkan itu besar di sisi Allah.” (QS. An-Nur: 15)

Semoga Allah menjaga kita semua dari sikap terburu-buru dalam menyikapi sesuatu dan untuk teman-teman kami agar senantiasa bersemangat dalam hal yang bermanfaat. Baarakallahu fiikum

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.