๐ŸšŒ Sebuah Perjalanan yang Bukan Sekadar Jarak

Jember, Sabtu 1 Rajab 1447 H / 20 Desember 2025 M.

Menjelang sore, di sudut Jalan Wolter Monginsidi, Jember, tampak tiga bus terparkir rapi. Pada badan bus tersebut terpampang tulisan, โ€œSafari Daurah Islam Ilmiah Ahlussunah Wal Jamaah Jawa Tengah.โ€ Pemandangan itu menjadi penanda akan dimulainya sebuah perjalanan panjang yang bukan sekadar menempuh jarak.

Tepat pada pukul 17.00, ketiga bus yang mengangkut sekitar 140 santri Takhasus dan Takmili perlahan meninggalkan Jalan Wolter Monginsidi. Tujuan mereka adalah Kota Semarang, tepatnya Masjid Al-Iman Banyubiru, yang menjadi lokasi pelaksanaan Daurah Islam Ilmiah Jawa Tengah.

Perjalanan sejauh kurang lebih 500 kilometer akan mereka tempuh dengan estimasi waktu sekitar sembilan jam. Jarak yang jauh dan waktu tempuh yang tidak singkat itu tidak menyurutkan langkah para santri. Semua dijalani dengan satu niat yang sama, yakni thalabul ilmi.

Daurah Islam Ilmiah yang diselenggarakan di Masjid Al-Iman Kota Semarang menjadi tujuan utama perjalanan ini. Mendengar lantunan Al-Qurโ€™an, menelaah hadis, serta menyimak kalam para ulama menjadi misi yang ingin diraih para santri dalam rihlah tersebut. Mereka meninggalkan kenyamanan demi menjemput ilmu yang diyakini akan menjadi cahaya kehidupan.

Rihlah thalabul ilmi ini bukan sekadar perjalanan fisik dari satu kota ke kota lain, tetapi sebuah langkah untuk membekali diri dengan ilmu. Ilmu yang kelak menjadi penuntun, tidak hanya dalam menjalani kehidupan di dunia, namun juga sebagai bekal menuju akhirat.

Daurah ini menghadirkan tiga sesi keilmuan. Sesi pertama disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Baโ€™abduh hafizhahullah dengan tema โ€œMembentengi Para Pemuda dari Radikalisme dan Terorismeโ€.

Sesi kedua diisi oleh Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah yang membahas tema โ€œNabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam Perspektif Al-Qurโ€™anโ€.

Adapun sesi ketiga dilaksanakan melalui telekonferensi bersama Fadhilatusy Syaikh Abdul Ghani bin Al-Hasan Aussat hafizhahullah dari Aljazair.

Melalui daurah ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman Islam yang lurus sesuai manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah, serta mampu membentengi diriโ€”khususnya generasi- dari pemikiran radikalisme dan terorisme.

Kegiatan Daurah Islam Ilmiah ini dilaksanakan oleh Majelis Taklim Qaulan Sadida Semarang dan bekerja sama dengan Pusdik Binmas Lemdiklat POLRI Banyubiru Kabupaten Semarang.

Poin yang bisa kita ambil di sini ialah:
1. Pentingnya kordinasi dan kerja sama antara ahli ilmu dengan pemerintah. karena ahli ilmu merupakan orang yang menjelaskan syariat Allah, sedangkan pemerintah adalah orang yang menjaga syariat-Nya.
2. Upaya menghubungkan umat dengan ulama. Apabila manusia hidup tanpa bimbingan dan arahan ulama, mereka laksana binatang -sebagaimana ucapan Hasan al-Bashri rahimahullah.

Semoga setiap kilometer yang ditempuh, setiap lelah yang dirasakan, dan setiap niat yang tertanam, menjadi amal kebaikan yang diterima di sisi Allah Taโ€˜ala. Semoga perjalanan ini membuahkan hasil yang baik dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak. Aamiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses