Keutamaan bulan Ramadhan

 

Oleh Abu Abdillah Anton Purbalingga

 

Di antara hikmah yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah  mengistimewakan ibadah di waktu tertentu dan melipat gandakan pahala di dalamnya. Termasuk waktu yang Allah istimewakan adalah bulan Ramadhan. Bulan yang diturunkan padanya al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan padanya al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)

 

Bulan Ramadahan, bulan penuh berkah

Begitu pula, bulan yang pebuh berkah. Pada bulan Ramadhan akan dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka. Dari sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta para setan dibelenggu.” (HR. Muslim no. 1079)

 

Bulan Ramadhan, bulan penuh amalan

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya terdapat berbagai amal sholih dan ketaatan kepada Allah. Pada waktu siangnya terdapat puasa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Adapun pada malam-malamnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaihi)

 

Hikmah puasa, meraih ketakwaan

Termasuk perkara penting, Allah ta’ala mewajibkan puasa bagi kita dan umat terdahulu untuk meraih ketakwaan. Sebagaimana Allah ta’ala katakan,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang beriman, telah diwajibkan atas kalian puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

 

Bimbingan Nabi di bulan suci

Barangsiapa yang menginginkan ketakwaan dan kesuksesan, maka dia harus menempuh jalannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau bersabda,

خير الهديِ هدي محمد صَلَّى اللَّه عليْهِ وسَلَّم

“Sebaik-baik petunjuk, adalah bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Termasuk bimbingan Nabi pada bulan Ramadhan adalah memperbanyak ibadah. Dahulu Jibril ‘alaihis salam mengajarkan al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan. Apabila Jibril ‘alaihis salam menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi adalah manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. Sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

كَانَ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Al-Bukhari no. 1902)

 

Beliau banyak bersedekah, infak fi sabilillah, membantu orang yang membutuhkan, membaca al-Qur’an, mengerjakan shalat, berdzikir, i’tikaf, dll. Semua ini tentu dalam mengharap rahmat Allah, sebagaimana Allah katakan dalam al-Qur’an:

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Araf: 56)

 

Kebahagiaan orang beriman

Sesungguhnya termasuk kebahagiaan orang beriman di dunia dan di akhirat adalah Allah tampakkan kejelekan dirinya di depan matanya. Sehingga dia bersegera bertaubat kepada Allah dan memperbaiki dirinya. Dia tidak terus menerus dalam kelalaian dan kesalahan.

Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada yang keluar dari lisan, kecuali di sisinya ada malaikat pencatat amal.” (QS. Qof: 18)

Begitu pula dia sadar dan paham akan ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal denganya, maka Allah tidak butuh terhadap orang yang meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1902)

 

Penutup

Oleh karena itu, jagalah waktu-waktu yang mulia di bulan Ramadhan dengan amal sholih dan ketaatan kepada Allah, niscaya kalian akan mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semoga Allah mengokohkan hati-hati kami dan kalian di atas al-Haq dan menjauhkan dari berbagai kejelekan. Amin

Sumber: Khutbah jum’at Syaikh Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafidzahullah.

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses