Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Mengkhatamkan al-Qur’an dalam shalat taraweh

 

Oleh Mush’ab Klaten Takhasus

 

Berikut ini adalah fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam kitab Majmu’ Fatawa wa Maqolat Syaikh bin Baz 30/33 tentang hukum mengkhatamkan al-Qur’an dalam shalat taraweh:

 

Pertanyaan:

 

بعض الأئمة لم يتيسر لهم ختم القرآن في قيام رمضان فلجأ بعضهم إلى القراءة خارج الصلاة حتى يستطيع أن يختم القرآن ليلة تسع وعشرين، فهل لذلك أصل في الشرع المطهر؟ جزاكم الله خيرًا

Sebagian imam shalat tidak menyelesaikan al-Qur’an saat shalat taraweh di bulan Ramadhan. Kemudian mereka membacanya di luar shalat sampai bisa menghatamkan al-Qur’an di malam dua puluh sembilan. Apakah dalam hal ini ada bimbingan dari syariat yang suci ini? Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.

 

Jawaban:

لا أعلم لهذا أصلًا، والسنة للإمام أن يسمع المأمومين في قيام رمضان القرآن كله، إذا تيسر له ذلك من غير مشقة عليهم، فإن لم يتيسر ذلك فلا حرج وإن لم يختمه،

Aku tidak mendapati ada dalil dalam hal ini. Dan disunnahkan bagi imam untuk memperdengarkan al-Qur’an seluruhnya kepada para makmum dalam salat Tarawih, jika hal itu memungkinkan baginya dan tidak ada keberatan atas para makmum tersebut. Namun jika ternyata hal itu tidak memungkinkan, maka tidak mengapa ia tidak menghatamkannya dalam salat Tarawih.

 وقد صح عن رسول الله ﷺ أنه قال: أخرجه مسلم في صحيحه

Telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau bersabda:

من عمل عملًا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dalam agama yang tidak ada contoh dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim dalam no. 1718)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.