Termasuk Sunnah, Amalan Qailulah

Oleh Abu Ridhwan Jember

 

Sungguh Islam merupakan agama pedoman hidup. Ajaranya mengandung hikmah luar biasa. Diantaranya adalah ajaran istirahat siang (qailulah). Bisa jadi, orang menganggap bahwa tidur merupakan perkara atau urusan duniawi. Tidur hanyalah kebiasaan setiap manusia. Memang begitu. Akan tetapi manfaat yang bisa kita ambil dan dapatkan dari kegiatan yang satu ini adalah bisa menguatkan dunia dan akherat.

Dari sisi dunia, badan menjadi segar dan tenaga terisi kembali. Adapun dari sisi akherat, kita akan mendapatkan pahala karena mengikuti sunnah Nabi.

Dalil tentang qailulah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat memerintahkan hal ini. Kata beliau, “Ber-qailulah (tidur ringanlah) kalian! Karena setan tidak pernah berqailulah.” (Lihat as-Shahihah)

Dalam hadis mauquf yang datang dari Saib bin Yazid. Ia berkata,

 كَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَمُرُّ بِنَا نِصْفَ النَّهَارِ – أَوْ قَرِيبًا مِنْهُ – فَيَقُولُ: قُومُوا فَقِيلُوا، فَمَا بَقِيَ فَلِلشَّيْطَانِ.

“Dahulu Umar radhiyallahu anhu selalu melewati kami di pertengahan siang atau sebelumnya seraya mengatakan ‘Bangkitlah kalian dan tidur ringanlah, adapun sisanya adalah milik setan.” (Dihasankan oleh al-Albani)

Dari sini, shahabat Umar radhiyallahu anhu memerintahkan kita untuk istirahat ringan di siang hari sebelum habis atau lewat waktunya. Sebab, waktu yang tersisa setelahnya adalah bagian dari syaithan. Maksudnya, setan berkeliaran dan tidak pernah tidur siang.

Ada juga hadits mauquf yang lain dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

(كانوا يجمعون ثم يقيلون)

                “Dahulu mereka (shahabat) melakukan shalat Jumat kemudian beristirahat ringan.” Pada pertengahan siang.

Khawwat bin Jubair mengatakan,

 نَوْمُ أَوَّلِ النَّهَارِ خُرْقٌ، وَأَوْسَطُهُ خُلْقٌ، وَآخِرُهُ حُمْقٌ.

                “Tidur di awal siang adalah kebodohan, pada pertengahannya adalah perilaku yang terpuji dan di ahir siang adalah kebodohan.”

Dari hadits-hadits dia atas kita bisa mengambil faedah yang banyak, diantaranya adalah:

  1. Tidur siang merupakan bentuk pengamalan terhadap perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun sekedar istirahat tanpa tidur lelap.
  2. Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sesuatu kecuali padanya ada manfaat dunia dan akherat.
  3. Tidur siang merupakan bentuk perjuangan untuk menyelisihi setan.
  4. Setan lebih mudah untuk mengganggu manusia di waktu dia sedang berkeliaran.
  5. Tidur di tengah hari merupakan akhlak mulia, karena seoarang yang berakhlak mulia akan selalu bersikap hikmah yaitu menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya tidak berlebihan tidak juga mengurangi akan tetapi tepat waktu.

Alhamdulillah, ternyata banyak sekali faedah yang bisa kita ambil dari istirahat siang. Intinya adalah niat yang tulus ihlas dalam menjalankan suatu ibadah walaupun bentuknya kecil akan membuahkan ganjaran yang besar, sampaipun urusan duniawi akan ternilai ibadah dengan niatan yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

“أربعون خصلة، أعلاهن منيحة العنز، مامن عامل يعمل بخصلة منها رجاء ثوابها وتصديق موعودها، إلا أدخله الله بها الجنة”.

“Ada 40 perilaku yang tingkatan tertingginya adalah mengurus seekor kambing betina, namun siapapun yang melakukan salah satunya saja dengan semata mengharapkan pahala darinya serta membenarkan janji di balik amalan tersebut melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”

Kata para ulama, “Niat yang baik akan melipatgandakan pahala sebuah amalan.”

Sekian dari ana semoga bermanfaat bagi kita semua dan jangan lupa untuk terus meminta bantuan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam merealisasikannya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.