Mukadimah Giat Malam Thullab Takhasus

Oleh Tim Jurnalistik 47-48 

Jember, Sabtu, 7 Dzulqa’dah 1447 H – 25 April 2026 M

Tepat pukul 20.00 WIB, acara Mukadimah Giat Malam Thullab Takhasus dimulai di Masjid Ali bin Abi Thalib. Suasana masjid tampak tertib, para santri Takhasus duduk rapi sesuai dengan kelas masing-masing, siap mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun.

Memasuki sesi pertama, acara dibuka oleh Ustadz Abu Ilyas Fahri. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan beberapa agenda yang akan dijalankan oleh para thullab Takhasus pada malam hari. Agenda pertama adalah muthala’ah, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menunjang para santri dalam menelaah kitab-kitab para ulama. Kegiatan ini diharapkan mampu melatih ketelitian dan pemahaman santri dalam membaca literatur ilmiah.

Agenda kedua adalah hifdzul mutun, yaitu program menghafal matan-matan ilmiah. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam menguatkan dasar keilmuan santri, sebagaimana perkataan ulama:

من حفظ المتون حاز الفنون

“Barang siapa menghafal matan, maka ia akan meraih berbagai cabang ilmu.”

Selanjutnya, agenda ketiga adalah muraja’ah durus, yaitu kegiatan mengulang kembali pelajaran yang telah dipelajari. Program ini bertujuan untuk menjaga hafalan serta memperkuat pemahaman para santri terhadap materi yang telah mereka dapatkan.

Seluruh agenda tersebut diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan kualitas para thullab Takhasus, baik dari sisi pemahaman, hafalan, maupun kedisiplinan dalam belajar.

Memasuki sesi kedua, giliran Qismul Lughah yang menyampaikan agenda ke depan. Al-Akh Zaki Ciamis selaku ketua Qismul Lughah maju dan menjelaskan pentingnya bahasa Arab bagi para santri. Beliau menekankan bahwa bahasa Arab memiliki kedudukan yang tinggi, bahkan disebut sebagai bahasa surga, serta menjadi kunci dalam memahami ilmu-ilmu syar’i. Pada sesi ini juga disampaikan bahwa akan ada beberapa agenda dari Qismul Lughah yang akan dilaksanakan pada hari-hari berikutnya.

Acara ini berakhir pada pukul 20.52 WIB.

Seluruh agenda yang disampaikan menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas para thullab Takhasus. Diharapkan, dengan terlaksananya program-program tersebut, para santri dapat semakin berkembang dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi penuntut ilmu yang lebih baik.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses