Ujian Hafalan Al-Qur’an Takhasus Perdana

Oleh Tim Jurnalistik 47-48

Jember, Senin, 9 Dzulqa’dah 1447 H / 27 April 2026 M

Pada hari ini, Ma’had menggelar ujian hafalan Al-Qur’an perdana bagi santri Marhalah Takhasus. Sejak pagi, suasana tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Para santri terlihat mempersiapkan diri dengan lebih serius, membawa mushaf, dan mengulang hafalan mereka sebelum memasuki sesi ujian.

Disebut sebagai “perdana” karena pelaksanaannya berbeda dari ujian hafalan bulanan yang biasa diadakan. Pada ujian kali ini, seluruh santri diwajibkan untuk mengujikan lima juz terakhir, yakni juz 26 hingga juz 30. Sementara bagi santri yang hafalannya belum mencapai lima juz, maka seluruh hafalan yang dimiliki menjadi materi ujian.

Ujian perdana ini merupakan agenda khusus yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru, sebagai pemanasan sekaligus evaluasi awal, guna mempersiapkan santri menghadapi ujian-ujian hafalan berikutnya yang lebih intensif. Kegiatan ini juga menjadi tolok ukur awal untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kualitas hafalan para santri.

Adapun sistem ujian yang diterapkan meliputi beberapa tahapan, yaitu:

  • Tasmi’ 1 juz bersama kakak kelas,
  • Tasmi’ 2 juz bersama teman sejawat,
  • Ujian syafawi 5 juz (seluruh materi ujian) bersama sebagian asatidzah dan kakak kelas.

Dalam ujian syafawi, setiap santri akan diberikan 10 pertanyaan yang mencakup ayat-ayat dari juz 26 sampai juz 30. Para santri dituntut untuk melanjutkan potongan ayat yang dibacakan, sebagai bentuk pengujian terhadap kekuatan dan kelancaran hafalan, serta ketepatan pada sambungan di setiap ayat.

Suasana ujian berlangsung dengan penuh keseriusan, di mana setiap santri berusaha memberikan jawaban terbaik sesuai dengan kemampuan hafalan yang dimiliki.

Pelaksanaan ujian ini menjadi wujud nyata perhatian Ma’had terhadap kualitas hafalan santri, agar hafalan Al-Qur’an senantiasa terjaga, kuat, dan tidak memudar seiring berjalannya waktu. Melalui evaluasi rutin dan sistematis seperti ini, diharapkan para santri tidak hanya mampu menambah hafalan, tetapi juga menjaga hafalan dengan kokoh dan istiqamah.

Semoga Allah Ta’ala menerima amal kita semua. Aamiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses