Yang Harus Kita Ketahui Tentang Salat

 

Oleh Nashr Makassar, Takhasus

 

Salat secara bahasa bermakna doa. Sedangkan dalam istilah syariat, salat adalah; ibadah yang terdiri dari ucapan dan gerakan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

 

Keutamaan Salat

Di antara keutaman salat adalah:

  1. Salat merupakan rukun Islam yang paling ditekankan setelah dua kalimat syahadat. Bahkan ia menjadi tiang agama Islam, dan merupakan sebab pertolongan Allah Taala kepada para hamba-Nya serta merupakan patokan baiknya amalan seorang. Jika salatnya baik maka akan baik pula seluruh amalannya.
  2. Allah mewajibkan salat kepada Nabi-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung tanpa perantara pada malam Mi’raj di atas langit ke Hal ini menunjukkan sangat pentingnya salat dalam kehidupan seorang muslim.
  3. Salat merupakan hal yang dapat menenangkan. Dahulu apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi suatu masalah, yang pertama kali beliau lakukan adalah salat.

 

Di antara dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan salat:

إنَّ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَ الْجُمُعَةَ إِلَى الْجُمُعَةِ ورمضان إلى رمضان مكَفِّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

Salat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadan berikutnya akan menghapuskan dosa yang terjadi diantara keduanya selama seorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR.Muslim no. 233)

 

Hukum Salat dalam Islam

Wajibnya hukum salat telah diketahui oleh mayoritas kaum muslimin berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah, serta ijmak ulama. Allah Taala berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ

“Tegakkanlah salat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Dan ayat-ayat yang semisal ini terdapat di banyak tempat dalam al-Quran.

 

Allah Taala juga berfirman;

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, hendaklah mereka mendirikan salat.” (QS. Ibrahim: 31)

Sedangkan dalil dari as-Sunnah adalah hadis tentang Mi’raj, di situ disebutkan:

هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُون

“Salat (wajib) itu lima kali, tetapi sebanding dengan lima puluh kali.”[1] (HR.al-Bukhari no. 349)

 

Dalam Sahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab pertanyaan seseorang tentang syariat-syariat islam, kata beliau:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَة

Salat lima waktu dalam sehari semalam.”

Penanya bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban lainnya atasku?” Beliau menjawab,

لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ

“Tidak, kecuali jika kamu mau mengerjakan yang tathawwu’ (sunnah).” (HR. Al-Bukhari no. 46 dan Muslim no. 11)

 

Kepada Siapa Salat Diwajibkan

Salat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah balig dan berakal. Sehingga, salat tidak wajib bagi orang kafir, anak kecil, dan orang gila. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَ عَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يُفِيْقَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Pena pencatat amal diangkat dari tiga golongan orang: Orang yang tertidur hingga bangun, orang yang gila hinga sadar, dan anak kecil hingga balig.”

 

Akan tetapi, anak-anak mulai diperintah untuk menegakkan salat ketika telah genap berusia tujuh tahun. Dan dipukul jika meninggalkannya ketika telah berusia sepuluh tahun.

Barangsiapa yang menentang kewajiban salat atau meninggalkannya, berarti ia telah kafir dan keluar dari Islam. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam,

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Muslim no. 134)

Dalil-dalil di atas menunjukkan akan mulianya kedudukan salat.

 

Oleh sebab, itu wahai saudaraku pembaca yang Budiman. Hendaknya kita mempunyai ihtimam (kesungguhan) untuk mempelajari ilmu tentang salat lalu mengamalkan dengan sebaik-baiknya, di masa-masa ini. DI mana ibadah salat sudah banyak diremehkan orang, begitu banyak gerakan salat yang tidak sesuai sunnah dan sedikit sekali yang mau memuliakan dan mengagungkan kedudukannya, tetapi mereka tidak sadar akan kesalahannya itu.

Di saat banyak dari kaum muslimin tidak mau mengerjakan salat. Bahkan, mereka mencela orang-orang yang salatnya sesuai Sunnah Rasul. Justru gerakan yang sesuai dengan sunnnah dianggap nyeleneh serta menyelisihi kebiasaan manusia sekarang ini, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

 

Rujukan: Kitab al-Fiqhu al-Muyassar dan Shifatu Shalati an-Nabi.

 

[1]. Maknanya, salat itu jumlahnya lima dalam hal pelaksanaanya, tetapi lima puluh dalam hal pahalanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.