Bicaralah yang baik, atau diam saja!

 

Oleh Abdurrahman Utsman Muntilan

 

Disebutkan dalam sebuah hadis,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ»

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa ynag beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tamunya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Pembaca rahimakumullah, betapa mulianya seseoarang jika ia mampu menjaga lisannya dari berbicara yang tidak baik, sebagaimana penyebutan hadits ini pada posisi pertama sebelum memuliakan tetangga dan tamu.

Dan dari hadits ini pula kita dapat memetik beberapa faidah, di antaranya adalah:

  1. Menjaga lisan dapat melindungi kita dari berbagai perpecahan dan permusuhan yang disebabkan oleh lisan.
  2. Perintah unutuk menjaga lisan ini adalah perkara yang agung karena di dalamnya terdapat berbagai keuntunagn yang dapat diperoleh.

Pembaca rahimakumullah, berbagai fenomena yang terjadi di tengah-tenagh umat 75-85% di antaranya disebabkan oleh lisan dan kurangnya kedewasaan dalam menjaga lisan serta mengontrolnya.

Maka dari itu, sikap kita dalam menghadapi perpecahan ini adalah dengan menjaga lisan dari perbuatan yang sia-sia seperti mengumpat, mencaci, memfitnah, ghibah (gosip), namimah (adu domba), buhtan (menuduh), dsb.

Dari pada seperti itu, lebih baik kita gunakan lisan kita untuk bebagai macam ketaatan yang sangat banyak ragamnya, seperti membaca al-Qur’an, amar makruf nahi mungkar, dan masih banyak lagi amalan ketaatan lainnya.

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (QS. al-Hajj: 30)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.