Yang Pernah Ditulis, Kini Dihidupkan Kembali
Oleh Tim Jurnalistik 47-48
Jember, Sabtu, 22 Dzulqa’dah 1447 H / 9 Mei 2026 M
Di tengah aktivitas santri Ma’had Minhajul Atsar Jember, perhatian beberapa santri tertuju pada kesibukan anggota Divisi At-Tibyan di depan ruang multimedia.
Aktivitas tersebut menarik perhatian para santri yang melintas di sekitar lokasi. Setelah dilihat lebih dekat, pemberitahuan tersebut berisi informasi bahwa Divisi At-Tibyan akan kembali menampilkan mading-mading terbitan lama secara berkala setiap pekannya melalui papan literasi santri.
Papan literasi santri sendiri merupakan fasilitas baru yang dibuat beberapa hari sebelumnya. Papan tersebut terletak di samping ruang berkarya multimedia dan menjadi salah satu sarana yang disiapkan untuk mendukung budaya literasi di lingkungan ma’had.
Salah satu anggota Divisi At-Tibyan sekaligus ketua Divisi Multimedia asal Semarang menyampaikan bahwa keberadaan media baca santri itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan literasi santri.
“Papan ini dibuat sebagai usaha Divisi At-Tibyan dan Multimedia untuk meningkatkan minat baca serta budaya literasi santri.” ujarnya.
Sebagai langkah awal, papan literasi tersebut akan difokuskan untuk menampilkan kembali mading-mading At-Tibyan edisi lama. Program tersebut diawali dengan penayangan ulang Mading At-Tibyan Edisi 04 Vol. 03 Rabi’ul Awwal 1445 H yang berjudul “Jangan Kau Cela Pemerintahmu.”
Menurut salah satu editor majalah dan mading At-Tibyan, penampilan kembali mading-mading lama ini memiliki beberapa tujuan penting. Di antaranya agar para santri baru dapat mengenal karya-karya At-Tibyan terdahulu sekaligus mengambil berbagai faedah yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah dan perjalanan literasi yang telah berkembang di lingkungan ma’had dari waktu ke waktu.
Sebagaimana dikatakan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi -Rahimahullah- dalam kitab Al-Faqih Wal Mutafaqqih jilid 2 halaman 10:
وَإِذَا ذَاكَرْتَ بِالْعِلْمِ وَنَشَرْتَهُ صَارَ كَالنَّهَرِ الْجَارِي دَائِمِ النَّفْعِ، غَزِيرِ الْمَاءِ
“Apabila ilmu sering dimudzakarahkan (diulang-ulang) dan disebarkan, maka ia akan menjadi seperti sungai yang mengalir; manfaatnya terus menerus dan airnya melimpah.”
Semangat inilah yang ingin dihidupkan kembali melalui penampilan ulang mading-mading lama At-Tibyan.
Penutup
Melalui program ini, Divisi At-Tibyan berharap budaya membaca, menulis, dan mengenal karya-karya ilmiah santri dapat terus tumbuh di lingkungan Ma’had Minhajul Atsar. Sebab, tulisan-tulisan lama bukan sekadar arsip yang disimpan, tetapi jejak ilmu dan perjuangan literasi yang layak untuk terus dihidupkan.
Wallahu a‘lam bish shawab.


