Malam Muthala’ah Thullab Takhasus

Oleh Tim Jurnalistik 47-48

Jember, Ahad, 16 Dzulqa’dah 1447 H – 3 Mei 2026 M

Malam itu, bagian belakang Masjid Ali bin Abi Thalib dipenuhi oleh para Thullab Takhasus. Suasana tampak hidup namun tetap tertib, seiring dimulainya salah satu agenda rutin malam hari, yaitu kegiatan Muthala’ah. Para santri duduk berkelompok, membawa kitab masing-masing, bersiap mengikuti pembelajaran yang telah dijadwalkan.

 

Pembagian Peran dan Sistem Halaqah

Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 1 dan 2, sementara santri kelas 3 dan 4 berperan sebagai pengajar dalam kegiatan tersebut. Dengan pembagian peran ini, suasana belajar terasa lebih interaktif, di mana para santri tidak hanya belajar, tetapi juga saling berbagi ilmu. Kegiatan Muthala’ah ini dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam sepekan, yaitu pada setiap malam Senin dan malam Selasa.

Dalam pelaksanaannya, para santri dibagi ke dalam beberapa halaqah. Setiap halaqah terdiri dari 4 hingga 6 santri, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih fokus dan efektif. Di dalam halaqah tersebut, para santri membaca, menelaah, dan mendiskusikan isi kitab yang dipelajari dengan bimbingan kakak kelas sebagai pengajar.

Pelajaran Muthala’ah ini memiliki peran yang sangat penting bagi thullab. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca kitab, tetapi juga mendorong para santri untuk memahami isi dan kandungan dari bacaan tersebut. Dengan demikian, para santri tidak sekadar membaca, tetapi juga mampu menangkap makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Hal ini selaras dengan firman Allah Ta’ala:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu yang penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Shad: 29)

Ayat ini menunjukkan bahwa membaca saja tidak cukup, tetapi harus disertai dengan pemahaman dan tadabbur, sebagaimana yang dilatih dalam kegiatan Muthala’ah.

Empat Kemampuan yang Ditingkatkan

Dalam kegiatan ini terdapat empat kemampuan utama yang ditingkatkan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadz Fahri Jogja pada Mukadimah giat malam thullab Takhasus yang dilaksanakan pada malam Kamis sebelumnya:

Kegiatan Muthala’ah ini nantinya akan meningkatkan 4 kemampuan seorang santri yaitu Nahwu, Shorof, Mufradat (kosa kata), dan pemahaman.

Melalui kegiatan Muthala’ah ini, diharapkan para santri Takhasus semakin terlatih dalam memahami kitab-kitab ilmiah serta mampu meningkatkan kualitas keilmuan mereka secara bertahap dan berkesinambungan.

Semoga setiap usaha yang dilakukan para santri dalam membaca, memahami, dan mendalami kitab-kitab ulama menjadi amal yang bernilai di sisi Allah Ta’ala, serta menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai penuntut ilmu. Aamiin yaa mujiibas saailiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses