Kembalinya Makkah ke Pangkuan Muslimin

 

Oleh Abdullah Ayyub Jember, Takmili

 

Setelah masuknya kaum muslimin ke Makkah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membagi pasukan menjadi 4 kelompok dan menjadikan:

  1. Pasukan pertama yang dipimpin oleh sahabat yang mulia Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu masuk ke Makkah dari bagian atas.
  2. Pasukan kedua yang dipimpin oleh sahabat yang mulia Khalid bin al-Walid radhiyallahu ‘anhu masuk ke Makkah melalui bagian bawah.
  3. Pasukan ketiga yang dipimpin oleh sahabat yang mulia Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu masuk ke Makkah dari timur.
  4. Pasukan keempat yang dipimpin oleh sahabat yang mulia Qais bin Saad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu masuk ke Makkah dari arah yang lainnya.

 

Mereka semua masuk ke Makkah tanpa halangan dan sempurnalah pembukaan Makkah bagi kaum muslimin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk Makkah dalam keadaan merendahkan diri kepada Allah dan beliau mengulang-ngulang membaca surat al-Fatihah sampai ke Masjidil Haram.

Beliau tawaf di Ka’bah tujuh putaran dan beliau mengusap Rukun Yamani dengan tongkatnya dalam rangka membenci perselisihan antara dua kelompok dan sebagai pengajaran kepada umatnya.

 

Beliau memulai merusak patung-patung yang berjumlah 360 patung dan beliau membaca firman Allah:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Telah datang kebenaran dan tersingkirlah kebatilan, sungguh kebatilan akan tersingkirkan.” (QS. Al-Isra: 81)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk Ka’bah dan salat di dalamnya.

 

Kejadian yang Terjadi Setelah Fathu Makkah

Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salat di Ka’bah, kemudian beliau berdiri di pintu Ka’bah. Orang-orang Quraisy menunggunya, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Wahai sekalian kaum Quraisy, apa yang akan aku lakukan kepada kalian, menurut perkiraan kalian?”

Mereka berkata: “Sebuah kebaikan, saudara yang mulia, anak dari saudara yang mulia.”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Pergilah kalian, karena kalian telah bebas.

 

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Makkah selama 19 hari. Beliau mengutus pasukannya untuk menghancurkan berhala dan menyebarkan Islam. Terjadinya Fathu Makkah merupakan tanda yang besar bagi orang-orang Quraisy, maka Allah Taala memberi cahaya pada hati-hati sebagian besar dari mereka untuk masuk Islam. Jadilah mereka masuk ke dalam agama Allah dengan bebondong-bondong. Allah Taala berfirman:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

“Apabila telah datang pertolongan dari Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu. Dan mohon ampunlah pada-Nya, sungguh Dia Maha Penerima Taubat.” (QS. An-Nashr: 1-3)

 

Demikianlah pertolongan dan kemenangan diraih oleh kaum muslimin, sebagaimana yang diberitakan dalam surat an-Nashr. Oleh karenanya, Allah memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memperbanyak tasbih dan memohon ampun, karena semakin dekatnya ajal atau kematian beliau.

Karena Allah Taala mewafatkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala agama ini sudah sempurna. Semoga bermanfaat, wallahu ‘alam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.