Dampak buruk kebiasaan tidur pagi

 

Oleh Hasan Tamam Takhasus 3B

 

Wahai saudaraku yang semoga Allah rahmati, terkadang sebagian dari kita melakukan sesuatu namun kurang mengetahui efek negatif yang akan ditimbulkan. Maka penting bagi kita untuk senantiasa belajar dan memperbanyak membaca kitab-kitab karya para ulama. Di antaranya efek negatif kebiasaan tidur pagi.

Berikut penjelasan dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah:

 

وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ، لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ، وَهُوَ مُضِرٌّ جِدًّا بِالْبَدَنِ لِإِرْخَائِهِ الْبَدَنَ، وَإِفْسَادِهِ لِلْفَضَلَاتِ الَّتِي يَنْبَغِي تَحْلِيلُهَا بِالرِّيَاضَةِ، فَيُحْدِثُ تَكَسُّرًا وَعِيًّا وَضَعْفًا. وَإِنْ كَانَ قَبْلَ التَّبَرُّزِ وَالْحَرَكَةِ وَالرِّيَاضَةِ وَإِشْغَالِ الْمَعِدَةِ بِشَيْءٍ، فَذَلِكَ الدَّاءُ الْعُضَالُ الْمُوَلِّدُ لِأَنْوَاعٍ مِنَ الْأَدْوَاءِ

مصدر: الطب النبوي (جزء من كتاب زاد المعاد) لشيخ الإسلام محمد بن أبي بكر بن أيوب بن سعد شمس الدين ابن قيم الجوزية (المتوفى: 751هـ)

 

“Tidur pagi dapat menghalangi seseorang dari rezeki, sebab  saat itu merupakan waktu untuk mengais rezeki. Ya, pagi hari merupakan waktu pembagian harta. Maka apabila seseorang tidur pagi,  maka ia terhalangi untuk mendapatkan hartanya sendiri, kecuali yang memiliki alasan yang dibenarkan.

Ketahulilah, tidur pagi sangat berbahaya bagi badan, sekaligus  dapat merusak otot, yang semestinya dilonggarkan dengan olahraga. Maka tidur pagi dapat menimbulkan berbagai kerusakan jaringan otot dan melemahkannya.

Terlebih kalau tidur pagi dalam keadaan tidak melakukan aktifitas terlebih dahulu, senam, olahraga, dan belum mengonsumsi apapun, itu semua dapat menjadi sumber penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan akan mememicu berbagai komplikasi penyakit yang mengerikan.”[1]

 

[1] Sumber: Thibbun Nabawi (salah satu bagian kitab Zadul Ma’ad), karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abu Bakr bin Ayyub bin Sa’ad bin Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah (wafat 751 H).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.