Hukum Berkhotbah dengan Hadis Dhaif

 

Terjemah fatwa oleh Muawiyah Ciamis, Takmili

 

Pertanyaan

Apa pandangan Islam terkait khatib yang di sela-sela khotbahnya (atau bahkan sepanjang khotbahnya) bercerita kisah israiliyyat atau menyebutkan hadis-hadis dha’if supaya manusia kagum?

 

Jawaban

Apabila engkau yakin bahwa apa yang dia sebutkan ketika khotbah adalah kisah-kisah israiliyyat yang tidak ada sumbernya atau hadis-hadis dhaif, maka nasihatilah dia. Supaya dia menngantinya dengan hadis-hadis sahih dan ayat-ayat al-Qur’an.

Juga, agar dia tidak menyandarkan sesuatu yang tidak ia ketahui kesahihannya kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

“Agama adalah nasihat.” (HR. Muslim)

Namun, nasihati dengan cara yang baik, bukan dengan kasar dan keras. Semoga Allah memberimu taufik dan manfaat baik.

Wabillahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

 

Sumber: Fatawa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiyyati wal Ifta’, pertanyaan ke-3 dari fatwa no. 6898

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.