Matangkan Kesiapan, Panitia PKL-SPN Gelar Pembekalan selama 14 Hari

Oleh Tim Reportase PKL SPN 1448

Panitia PKL-SPN 1448 menggelar rangkaian intensif pembekalan. Kegiatan ini difokuskan di lantai dua area utara Masjid Ma’had Minhajul Atsar—ruang kelas yang biasa digunakan oleh jenjang 4 Takhasus.
Pembekalan dilaksanakan sebanyak 14 kali pertemuan selama 14 hari yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada sore dan malam hari sebelum pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Sementara tahap kedua dilaksanakan secara maraton setiap selesai salat Subuh pasca pelaksanaan UAS.

Pembekalan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan santri, baik dari sisi internal kepanitiaan maupun kemampuan adaptasi eksternal. Rangkaian materi yang disampaikan mencakup pembentukan tim solid, perencanaan dan eksekusi program, tata kelola keuangan yang akuntabel, teknik penulisan laporan, hingga materi Kesehatan dan P3K.

Selain itu, santri juga dibekali materi pengembangan kompetensi sosial dan tazkiyatun nafs, tata cara berdakwah dan bermuamalah di masyarakat, hingga pemahaman kearifan lokal (unggah-ungguh) khas masyarakat Madura. Rangkaian materi ini diarahkan untuk membentuk jiwa santri yang mandiri, peka lingkungan, dan lebih dewasa.

Langkah persiapan ini merupakan usaha nyata dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala untuk menghimpun kekuatan serta kesiapan penuh sebelum terjun ke medan pengabdian:

“وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّة…”

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…” (QS. al-Anfal: 60)

Untuk memastikan bobot materi yang disampaikan, panitia menghadirkan pemateri dari tiga tingkatan. Pertama, alumni senior yang membagikan pengalaman taktis di lapangan. Kedua, para praktisi dan tokoh yang ahli di bidang kesehatan, keuangan, serta sosiologi masyarakat. Ketiga, para Ustadz senior yang memberikan nasihat serta arahan fundamental guna mengokohkan mentalitas dan ruhiyah santri.

Pembimbing PKL-SPN, Ustadz Abu Abdullah Wates hafizhahullahu ta’ala, menyampaikan bahwa agenda ini digelar karena pengabdian di lapangan tidak cukup hanya bermodalkan materi teknis. Menurutnya, santri membutuhkan bekal maknawi dan kesiapan rohani saat berinteraksi langsung dengan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Penyelenggaraan pembekalan ini disambut antusias oleh para peserta. Sejak awal, para santri telah terlibat aktif dalam menyusun rundown, mengonsultasikan daftar pemateri, hingga menyiapkan sarana dan prasarana tempat acara demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses