Geliat PKL Tarbiyah 1448 H di Tengah Padatnya Akhir Semester
Oleh Tim Jurnalistik PKL Tarbiyah 1448 H
Rabu, 21 Safar 1448 H. Pukul 10.45, seorang santri kelas 2 Takhasus baru saja merampungkan amanah tasmi’ ujian hafalan Al-Qur’an santri Tahfizh. Baru saja kakinya melangkah ke asrama untuk beristirahat, ia sudah disambut ajakan sang kawan, “Eh, Muhammad, ayo kumpul.”
“Kumpul? Sekarang?!”
“Iya, sama Ustadz Fulan.” Mendengar ajakan tersebut, hilang sudah niatnya untuk istirahat siang. Sembari berjalan menuruni tangga menuju tempat berkumpul, pikirannya terus berputar penuh keheranan, “Kupikir tidak jadi, serius baru kumpul sekarang?”
PKL Tarbiyah, Salah Satu Program Unggulan Ma’had
Benar saja, sesampainya di ruang laboratorium komputer yang diubah sejenak menjadi majelis bimbingan, sejumlah kawan telah duduk bersama ustadz yang menjabat wakil mudir akademik dan perwakilan Tim kantor Takhasus guna membahas persiapan program tahunan bagi santri kelas 2 Takhasus, yaitu PKL Tarbiyah.
Sejak lebih dari 10 tahun lalu, PKL Tarbiyah menjadi salah satu program unggulan Ma’had Minhajul Atsar Jember bagi santri kelas 2 Takhasus yang mengusung misi berbagi ilmu yang telah didapat serta melatih diri untuk ikut mempraktikkannya dalam tarbiyah (pembinaan anak didik) di rumah belajar (rumbel) maupun ma’had-ma’had Ahlussunnah di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Bersama PKL-SPN (program unggulan bagi kelas 3 Takhasus) dan KHOLISHOH (program unggulan bagi kelas 1 Takhasus), PKL Tarbiyah dilangsungkan pada masa peralihan semester ganjil menuju semester genap selama kurang lebih satu bulan, sehingga jeda waktu yang cukup panjang tersebut tetap sarat dengan ilmu dan amal.
Tetap Optimistis di Tengah Kesibukan
Di awal majelis, sang ustadz menuturkan bahwa persiapan PKL Tarbiyah ke-10 pada tahun ini terhitung terlambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di antara faktor utama yang beliau sampaikan adalah padatnya agenda akbar yang berlangsung bersamaan di akhir semester ganjil, di samping kesibukan lainnya. Mulai dari persiapan UAS Ganjil, lalu diikuti kegiatan daurah Al-Imam Al-Muzani, dan sekitar empat hari seusai daurah barulah PKL Tarbiyah dijadwalkan berlangsung.
Belum lagi kesibukan santri Takhasus yang menghadapi ujian harian di sela-sela persiapan UAS Ganjil. Meskipun demikian, beliau tetap mengutamakan sikap optimistis menatap rangkaian acara akbar di akhir semester ini—termasuk PKL Tarbiyah—tentunya setelah isti’anah (meminta pertolongan) kepada Allah, serta berharap keterlambatan ini tidak menyurutkan semangat dan semarak program PKL Tarbiyah tahun ini.
Beliau mengajak para santri untuk selalu yakin bahwa keberhasilan suatu rencana tidak hanya diukur dari matang atau tidaknya perencanaan dan persiapan. Beliau mengingatkan dengan peristiwa Perang Hunain. Ketika itu, pasukan Muslimin merasa takjub dengan jumlah pasukan mereka. Merasa yakin persiapan sudah matang dan jumlah pasukan sangat banyak, mereka merasa musuh tak akan mampu mengalahkan mereka. Namun, Allah menegur kaum Muslimin ketika ternyata musuh berhasil membuat barisan kaum Muslimin kocar-kacir hingga meninggalkan Rasulullah bersama segelintir sahabat yang melindungi beliau dari tebasan pedang musuh.
Hal ini terjadi karena bertumpunya harapan pada kekuatan diri sendiri, tanpa menyandarkan pertolongan hanya kepada-Nya. Sesempurna apa pun usaha dan tujuan, semuanya tak akan berguna saat bergantung pada daya dan upaya manusia. Sebaliknya, perencanaan yang mungkin terlambat secara lahiriah, jika diiringi permohonan pertolongan kepada Allah serta usaha dan rencana yang maksimal, pasti akan dimudahkan jalan keberhasilannya oleh Allah.
إِن يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡۖ وَإِن يَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا ٱلَّذِي يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦۗ
“Jika Allah telah menolong kalian, niscaya tiada yang mampu mengalahkan kalian. Namun jika Allah menelantarkan kalian tanpa pertolongan, maka siapa yang mampu menolong kalian selain Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 160)
Serba-Serbi Persiapan PKL Tarbiyah 1448 H
Terhitung sejak Senin, 19 Safar 1448 H, mulai dilangsungkan pembekalan seputar sistem tarbiyah di ma’had oleh para Mudarris dan Asatidzah yang telah lama berkecimpung dalam dunia tarbiyah. Kegiatan ini kemudian diikuti dengan magang di lembaga pendidikan internal ma’had, mulai dari Madrasah Tarbiyatul Aulad (setingkat TK), Madrasah Tahfizh Terpadu (setingkat SD), hingga lembaga Tahfizhul Quran (setingkat SMP) yang dijadwalkan pada Sabtu, 24 Safar 1448 H, hingga berakhir empat hari kemudian, tepat sebelum rangkaian UAS Ganjil dimulai.
Hal ini menjadi modal besar bagi santri kelas 2 Takhasus yang nantinya akan ditempatkan di sekitar 17 titik penugasan di Pulau Jawa, agar maksimal dalam berbagi dan berbuat untuk tarbiyah generasi kaum Muslimin di setiap daerah. Mengingat mayoritas lokasi PKL yang dikunjungi tergolong minim tenaga pengajar—baik lokasi rintisan maupun Ma’had dengan segelintir pengajar yang berbanding terbalik dengan banyaknya anak didik—para pembina dan senior Ma’had maupun rumbel telah banyak makan asam garam dalam dunia tarbiyah ini, sehingga—ba’dallah—Ma’had dan rumbel tersebut mampu bertahan hingga detik ini.
Penutup
Dari sini, setiap santri yang diterjunkan tidak hanya berperan sebagai “tangan di atas” yang mencurahkan segenap kemampuan dan pikirannya untuk memberi perubahan di lokasi PKL, tetapi mereka juga tetap menjadi sosok “tangan di bawah” yang selalu menampung bimbingan dan pengalaman Asatidzah serta para senior di masing-masing lokasi penugasan. Sebab, sejatinya Tarbiyah pertama kali dibutuhkan oleh pendidik itu sendiri, baru kemudian anak didik mereka, dengan harapan agar tarbiyah tersebut kembali kepada para pendidik dalam wujud pahala di akhirat kelak.



