KUMPUL PERDANA PEMBEKALAN PKL SPN 2026
Oleh Tim Jurnalistik 1448 H
Jember, Ahad, 13 Muharam 1448 H / 28 Juni 2026 M
Suasana Masjid Al-Ikhlash pada Ahad siang tampak dipenuhi oleh thullab Takhasus kelas 3. Siang itu, mereka berkumpul untuk mengikuti pembekalan perdana menjelang pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Santri Peduli Negeri (PKL SPN) yang insya Allah akan dilaksanakan sekitar dua bulan mendatang.
Pembekalan Awal Menuju PKL SPN
Kegiatan pembekalan tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Abu Abdillah Majdy -hafizhahullah-. Setelah membuka majelis dengan Khutbatul Hajah, beliau mulai menyampaikan berbagai pembahasan yang berkaitan dengan agenda besar yang akan dihadapi oleh para santri, yaitu pelaksanaan PKL SPN.
Menanamkan Semangat Pengabdian dan Keikhlasan
Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi sekaligus menanamkan semangat kepada seluruh peserta agar mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menjalankan amanah tersebut. Beliau menekankan bahwa PKL SPN bukan sekadar sebuah program kegiatan, tetapi juga menjadi sarana dakwah, pengabdian, dan pembelajaran bagi para santri di tengah masyarakat.
Selain memberikan motivasi, beliau juga menasihati para santri agar mulai mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi niat dan kesiapan diri. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar mampu menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, serta senantiasa meluruskan niat agar seluruh amal yang dilakukan benar-benar ikhlas karena Allah Ta’ala.
Pada pembekalan perdana ini, beliau juga mengarahkan para santri untuk mulai menyusun struktur kepanitiaan secara global sebagai langkah awal persiapan. Struktur tersebut meliputi ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, tim infak dan sedekah, tim sarana dan prasarana, tim publikasi, tim logistik, serta tim persiapan kegiatan PKL SPN yang bertugas menyiapkan berbagai kebutuhan, seperti pembuatan suvenir, stiker, dan perlengkapan lainnya.
Di penghujung kegiatan, beliau kembali memberikan motivasi kepada para santri agar senantiasa menjadi pembawa kebaikan di mana pun kita berada. Beliau mengingatkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah, tetapi juga dapat diwujudkan dengan akhlak yang baik, seperti membiasakan menyebarkan salam, bertutur kata dengan santun, serta berbuat baik kepada sesama, bahkan dalam perkara sederhana seperti memberikan makanan maupun pakaian.
Sebagaimana disebutkan dalam pepatah Arab:
الْإِنْسَانُ عَبْدُ الْإِحْسَانِ
“Seseorang akan cenderung mengikuti dan mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.”
Pembekalan perdana ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan para santri Takhasus kelas 3 menuju pelaksanaan PKL SPN. Diharapkan, melalui persiapan yang matang, para santri mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi duta Ma’had yang mencerminkan akhlak mulia dan semangat menebarkan kebaikan.
Wallahu a’lam bish shawab.


