Menulis, Tak Kenal Waktu dan Tempat

 

Oleh Hannan Majid Purwokerto, Takhasus

 

Para pembaca rahimakumullah.

Siapa yang tak kenal dengan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah, salah seorang ulama terkemuka dari mazhab Syafii, pengarang berbagai karya tulis. Kitab-kitab yang sangat bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin.

Di antara kitab yang beliau tulis dan kitab tersebut banyak diambil manfaatnya oleh kaum muslimin terkhusus para penuntut ilmu dalam bidang ilmu musthalah hadis adalah kitab Nukhbatul Fikar. Sebuah kitab ringkas yang beliau tulis atas permintaan sebagian murid beliau. Tahukah Anda di mana beliau menuliskan karyanya yang=g satu ini?

 

Beliau menulis kitabnya yang satu ini di saat safar. Hal itu sebagaimana kata al-Imam ash-Shan’ani rahimahullah dalam manzumahnya:

وبَعدُ فَالنُّخْبة في عِلْم الأثرْ مُخْتصرٌ يَا حَبَّذَا مِن مخْتصَرْ
ألفها الحافِظُ في حَال السّفرْ وهو الشّهابُ بْنُ علِّي بْنُ حجرْ

Amma ba’du. Kitab Nukhbah fi Ilmil Atsar

Adalah ringkasan yang betapa bagusnya ia sebagai mukhtasar

Al-Hafizh mengarangnya di saat Safar

Ya, beliaulah Syihab bin Ali bin Hajar

(Qashbus Sukar, 4-5)


Baca Juga: Mumpung Masih Muda, Mari Terus Berkarya


Menulis, Tak Kenal Waktu dan Tempat

Lihatkah wahai saudaraku! Bagaimana perjuangan ulama kita dalam menulis ilmu, sampai pun pada saat momen safar, mereka menyempatkan diri untuk menorehkan tintanya. Subhanallah.

Lalu bagaimana dengan kita? Apa yang sudah kita tulis dalam rangka membela agama ini?

Waffaqallahul jami’…

Kisah lainnya adalah yang dilakukan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, ulama yang hidup sebelum Ibnu Hajar. Beliau menulis karyanya yang fonumental Zadul Ma’ad di saat safar. Sebagian referensi menambahkan keterangan, bahwa itu adalah safar beliau ke Makkah untuk berangkat berhaji.

 

Yuk Menulis

Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran dari dua ulama besar di atas akan antusias mereka dalam menulis karya-karya yang bermanfaat bagi umat. Sudah sepatutnya bagi kita untuk meneladani mereka.

Walaupun sedang berada jauh dari pondok, entah ketika berada di rumah, perjalanan, liburan, atau pun selainnya, kita bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk menulis ilmu. Masing-masing sesuai kadar kemampuannya.

Semoga bermanfaat.


Artikel Kami: Al-Imam Ahmad bin Syuaib an-Nasai


 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.