Mimpi Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam Tentang Azab Pelaku Maksiat

 

Oleh Umar Gresik, Takmili

 

Maksiat memilik dampak negatif yang sangat banyak, di dunia maupun di akhirat. Di dunia berupa sempitnya dada, matinya hati, kegelisahan, dan banyak dampak negatif lainnya. Adapun di akhirat, dampak negatifnya berupa azab yang sangat pedih dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Bentuk-Bentuk Azab dalam Mimpi Rasul

Dalam suatu hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan tentang mimpinya. Dalam mimpi tersebut beliau melihat berbagai macam azab yang ditimpakan kepada para pelaku maksiat.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Aku bermimpi melihat dua orang lelaki yang mendatangiku, lalu mereka berdua meraih tanganku, dan mengeluarkanku menuju al-‘Ardh al-Muqaddasah (tanah suci).

Tiba-tiba aku melihat seseorang sedang berdiri, di tanganya terdapat besi dengan ujung yang bengkok (biasa digunakan untuk mengorek bara api). Orang itu menyobek ujung mulutnya hingga tengkuk. Kemudian ia menyobek ujung mulut, demikian seterusnya. Aku bertanya,’Apa ini?’ Dua orang lelaki yang bersamaku berkata: Mari lanjut, mari jalan terus!’

 

Kami pun berlalu hingga menjumpai seorang yang sedang tengkurap, posisi tengkuknya di atas. Ada juga seorang yang berdiri sembari membawa batu besar di atas kepalanya, kemudia dia melemparkannya pada orang yang sedang tengkurap, hingga pecahlah kepalanya. Batu itu terguling ke bawah, lalu orang tersebut mengambil lagi batunya.

Namun ketika dia kembali dan belum sampai ke tempatnya, ternyata kepala yang ia lempar batu tadi telah pulih dan kembali seperti sediakala. Maka ia melemparnya hingga memecahkan kepalanya kembali, dan begitu seterusnya. Aku kembali bertanya,’Apa ini?’ Dua orang lelaki tersebut justru berkata lagi,’Mari lanjut, mari jalan terus!’

 

Azab Berikutnya

Maka kami beranjak hingga mendatangi gentong seperti tungku pembarakan, permukaannya sempit tapi bagian bawahnya luas. Di bawahnya terdapat api yang menyala-nyala. Ketika api tersebut mulai menjilat orang yang di dalamnya, mereka membumbung ke atas hingga hampir keluar. Dan ketika si jago merah itu mulai padam, mereka kembali ke dasar gentong tersebut.

Di dalamnya terdapat pria dan wanita-wanita telanjang. Aku bertanya,’Siapa mereka?’ Dua orang lelaki tersebut lagi-lagi berkata,’Mari lanjut, mari jalan terus!’

 

Kami pun jalan terus hingga mendatangi sungai darah, di tengahnya terdapat seorang yang sedang berdiri. Sementara di tepi sungai ada seseorang membawa batu. Orang yang berada di tengah sungai menjumpainya. Ketika dia hendak keluar menepi. Orang yang di tepi sungai memasukkan batu kemulutnya, hingga berkali-kali. Setiap kali hendak keluar menepi, dimasukkan kembali batu ke mulutnya, begitu seterusnya.

 

Aku bertanya,’Kalian berdua telah membawaku berkeliling malam-malam, maka beritahukanlah apa yang telah kulihat.’ Mereka berdua berkata,’Baiklah. Orang yang kau lihat sedang merobek ujung mulutnya, dia adalah pendusta yang selalu berkata dusta. Dia akan terus diperlakukan demikian hingga hari kiamat.

Dan yang kau lihat seorang dilempar batu adalah seorang yang Allah telah ajari al-Quran kepadanya. Namun ia tidak membacanya di malam hari dan tidak mengamalkannya di kemudian hari, dia akan terus seperti itu hingga kiamat. Adapun yang di dalam gentong adalah pezina dan yang di sungai adalah pemakan hasil riba.”

 

Penutup

Demikianlah, sungguh betapa mengerikannya azab para pelaku dosa. Semoga Allah Taala menjauhkan kita dari perbuatan dosa, baik yang kecil maupun yang besar. Amin Ya Mujiibassailiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.