Shalat Sunnah Rawatib, Hikmah, Jumlah Rakaat, dan Keutamaannya

 

Oleh Tim Mading Santri

 

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Segala hal telah diatur dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, agama Islam tidak butuh adanya penambahan atau pengurangan dari pemeluknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Dan di antara kesempurnaan agama Islam ialah, bahwa agama ini telah menetapkan amalan-amalan wajib untuk dikerjakan dan juga telah menetapkan amalan-amalan sunnah sebagai penyempurna bagi yang wajib.

 

Di antara amalan yang wajib adalah salat lima waktu. Namun tentunya, salat lima waktu yang kita kerjakan tidak akan lepas dari berbagai kekurangan. Terkadang kita tidak khusyuk dalam mengerjakannya, atau hilang salah satu  kewajiban, rukun, ataupun syarat dari salat lima waktu kita. Oleh karena itulah, Islam menetapkan adanya salat-salat sunnah rawatib yang dapat menyempurnakan yang ada pada salat wajib.

 

Pengertian, Jumlah Rakaat, dan Keutamaannya 

Salat sunnnah rawatib adalah salat sunnah yang menyertai salat lima waktu dan dikerjakan secara terus-menerus.

Adapun jumlah salat tersebut adalah sepuluh rakaat. Sebagaimana dalam hadis Abdullah bin Umar radiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mengatakan, “Aku menghafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihai wa sallam dua rakaat sebulum zuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah magrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum shubuh.(Muttafaqun ‘alaihi)

 

Dan dalam hadis yang lain disebutkan ada dua belas rakaat. Hal itu sebagaimana penjelasan yang akan datang.

Keutamaan salat sunnah rawatib adalah Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi yang senantiasa melakukannya. Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang hamba muslim melakukan salat karena Allah di setiap harinya sebanyak dua belas rakaat, melainkan Allah bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Mulsim)

 

Salat Rawatib yang Paling Utama

Dua balas rakaat salat sunnah rawatib di atas adalah salat yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menjaganya. Namun di antara dua belas rakaat itu yang paling ditekanakan untuk dikerjakan adalah dua rakaat sebelum subuh. Sahabiah sekaligus istri Nabi, Aisyah radiyallahu ‘anha berkata, “Rasullullah shallallahu ‘aliahi wa sallam tidak pernah meninggalkan dua rakaat sebelum subuh selama-lamanya.” (HR. Bukhari)

Dua rakaat sebelum subuh ini pun memiliki keutamaan tersendiri, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

“Salat dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

 

Para pembaca yang terhormat, dunia beserta isinya yang sangat banyak dengan salat dua rakaat sebelum subuh, masih lebih baik dua rakaat sebelum subuh. Luar biasa bukan? Maka dari itu, sudah sepantasnya bagi kita untuk bersemangat mengerjakan salat sunnah yang satu ini. Tak lupa pula kita ajak keluarga kita untuk mengerjaknnya agar sama-sama mendapatkan kebaikan tersebut.

 

Akhir kata

Inilah sekelumit tentang salat sunnah rawatib yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengamalkannya di keseharian beliau. Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita amalkan di keseharian kita. Amiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.