🌿Dari Obrolan Lepas, Ada Kepedulian Bertunas

Selepas shalat Subuh, kami kembali bertemu dengan Pak Halli, warga Desa Gondang yang sebelumnya sempat dipijat oleh salah seorang santri. Dalam pertemuan itu, beliau menyampaikan bahwa cucunya sedang sakit demam hingga semalaman menangis dan tidak bisa tidur.

Berangkat dari rasa peduli, para santri menyiapkan obat demam dan sirup anak. Tentunya dengan konsultasi ke tim dokter. Niatnya, obat itu hendak diberikan selepas shalat Ashar, namun rupanya Pak Halli tidak hadir di masjid. Maka, ditemani seorang anak Gondang bernama Kevin, kami berinisiatif mendatangi rumah beliau.

Setibanya di rumah, mereka disambut dengan ramah serta suguhan sederhana berupa kerupuk, lotek, dan pisang. Di sela obrolan, kami menyerahkan obat untuk cucu beliau. Tak hanya itu, Bu Halli, istri beliau, juga mengeluhkan sering sakit kepala. Dengan sigap, santri memeriksa tensi menggunakan alat yang dibawa dari ma’had. Hasilnya menunjukkan angka 157, cukup tinggi. Santri pun mengingatkan beliau agar mengurangi konsumsi garam berlebihan.

Dari pertemuan singkat itu, tumbuh keakraban yang penuh makna. Obrolan ringan berubah menjadi ladang amalan, karena kepedulian kecil dapat berbuah besar dalam menguatkan ukhuwah serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.” (HR. Thabrani)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses