Belajar memperbaiki niat

 

Oleh Tamim Umar at-Tamimi 3A Takhasus

 

Disebutkan dalam hadis pertama dari Kitab Arba’in Nawawiyah, Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

 

عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ تعالى عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ:)) إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوله فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ وَرَسُوله، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَو امْرأَة يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَرْدِزْبَهْ البخاري، وأبو الحسين مسلم بن الحجَّاج بن مسلم القشيري النيسابوري، في صحيحيهما اللَذين هما أصح الكتب المصنفة

 

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu ’anhu beliau berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

 

“Sesungguhnya setap amalan itu memiliki niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk Allah -Ta’ala- dan Rasul-Nya -shallallahu’alaihi wa sallam-, maka hijrahnya untuk Allah -Ta’ala- dan Rasul-Nya -shallallahu’alaihi wa sallam-. Barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk keinginan dunia atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya untuk tujuan yang ia inginkan.”

 

Diriwayatkan oleh dua imamnya ahli hadits, yaitu; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi an-Naisaburi rahimahumallahu di dalam kitab sahih milik keduanya, yang mana keduanya merupakan kitab karangan tersahih.

 

Di antara faidah hadits:

  1. Hadits ini merupakan salah satu di antara hadits-hadits yang poros Islam bertumpu padanya.
  2. Wajibnya membedakan antara ibadah yang satu dengan ibadah yang lainnya, dan wajibnya membedakan antara ibadah dengan muamalah.
  3. Hasungan untuk ikhlas kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  4. Baiknya metode pengajaran Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, yaitu ketika menyebutkan perkataan dengan jenis-jenis dan pembagiannya.
  5. Hijrah merupakan amal shalih apabila ditujukan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam.

 

Dikutip dari kitab “Syarh al-Arbain an-Nawawiyah” karya asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.