Buah Ketakwaan (Bagian 2)

Lanjutan dari karunia yang didapat oleh orang-orang yang bertakwa.

  1. Mendapat kesuksesan.

Orang yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala akan mendapatkan segala bentuk kesuksesan, dan barang siapa yang tidak peduli terhadap ketakwaannya, ia akan mendapatkan kerugian dan terluput dari segala keberuntungan. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kalian mendapat keberuntungan”. (al-Maidah: 100).

  1. Ketakwaan akan menghindarkan pemiliknya dari terjatuh pada ketergelinciran dan kesesatan setelah sebelumnya telah mendapat hidayah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan ini, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kalian bertakwa”. (al’An’am: 153).

  1. Terbebas dari rasa takut dan kesedihan.

Orang yang menjaga dirinya dari segala sesuatu yang Allah subhanahu wata’ala haramkan padanya: baik itu syirik, dosa-dosa besar atau pun kecil, serta senantiasa memperbaiki amalan-amalan lahiriyah dan amalan batinnya, maka tidak akan ada rasa takut padanya atas keburukan, juga tidak akan bersedih dari apa yang telah berlalu. Jika telah hilang rasa takut dan kesedihan akan didapti sebuah keamanan yang sempurna, kebahagiaan dan kesuksesan yang abadi. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (al-A’raaf: 35).

  1. Ketakwaan akan membuka pintu barakah dari langit dan bumi.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (al-A’raaf: 96).

  1. Mendapatkan rahmat Allah subhanhu wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”. (al-A’raaf: 156). Allah subhanahu wata’ala juga berfirman (artinya), “Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kalian mendapatkan rahmat”. (al-An’am: 155).

  1. Ketakwaan akan melahirkan kemenangan dengan pertolongan Allah subhanahu wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (al-Anfaal: 34). Allah subhanahu wata’ala juga berfirman (artinya), “Dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa”. (al-Jatsiyah: 19).

  1. Ketakwaan akan menghasilkan taufik bagi pemiliknya untuk bisa membedakan al-haq dan al-batil.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “ Hai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepada kalian al-Furqaan. Dan kami akan jauhkan kalian dari kesalahan-kesalahan kalian, dan mengampuni (dosa-dosa)kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (al-Anfaal: 29).

  1. Ketakwaan akan menjaga seseorang dari mudharat yang datang dari Syaithan.

Orang yang bertakwa akan ingat terhadap apa yang diwajibkan
oleh Allah subhanahu wata’ala atas dirinya, merenungi kesalahannya dan beristigfar atas dosa-dosanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. (al-A’raaf: 201).

  1. Orang yang bertakwa akan mendapatkan al-Busyra (kabar gembira) di dunia dan di akhirat.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.( ¤ )Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”. (Yunus: 63-64).

Adapun al-busyra di dunia adalah pujian yang indah, rasa cinta pada hati kaum mukminin dan penilaian yang baik. Sedangkan al-busyra di akhirat, yang pertama adalah kabar gembira ketika akan dicabut nyawanya, juga kabar gembira di alam kubur dengan mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wata’ala dan kenikmatan yang tak sirna, dan di akhirat akan mendapat kesempurnaan kabar gembira dengan masuk ke dalam al-jannah dan diselamatkan dari adzab yang pedih.

  1. Dijaga ajr (pahala)nya.

Orang yang menjaga diri dari melakukan hal-hal yang Allah subhanahu wata’ala haramkan, bersabar atas ketaatan dan bersabar dari hal-hal yang diharamkan, serta bersabar menghadapi takdir Allah subhanahu wata’ala yang menyedihkan. Sungguh Allah subhanahu wata’ala tidak akan menyia-nyiakan ajrnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. (Yusuf: 90).

Diringkas dari kitab Nurut Taqwa Wa Zhulumatul Ma’ashi karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahtani.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.