Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Buah Pahit Maksiat

Pembaca Rahimakumullah,

 

Tatkala seorang hamba bermaksiat kepada Allah, baik dengan ucapan, perbuatan, maupun amalan hati, jangan pernah dia merasa bahwa perbuatannya itu tiada berefek apa-apa,  bahkan jika dia mau sedikit saja merenungkan akibat perbuatannya tersebut, niscaya akan nampak jelas baginya kerusakan demi kerusakan yang ditimbulkan olehnya.

 

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah telah menyebutkan kerusakan-kerusakan tersebut secara ringkas dalam butirbutir kesimpulan dalam kitabnya yang terkenal “Al-Fawaid”, sebagai berikut:

 

1.       Minimnya taufik dan pendapat yang mencocoki kebenaran

 

2.       Menyamarkan al-haq bagi pelakunya

 

3.       Merusak hati

 

4.       Menjadikan pelakunya tidak dikenal

 

5.       Menyia-nyiakan waktu

 

6.       Membuat lari orang-orang di sekelilingnya

 

7.       Membuat pelakunya liar antara dirinya dengan Rabbnya

 

8.       Menghalangi terkabulnya do’a

 

9.       Menghilangkan berkah pada umur dan rizki

 

10.   Menghalangi pelakunya dari ilmu dan meliputkan pakaian kerendahan kepadanya

 

11.   Direndahkan musuh

 

12.   Menyempitkan dada

 

13.   Pelakunya akan diuji dengan teman-teman dekat yang jelek, yang merusak hati dan menyia-nyiakan waktu

 

14.   Lamanya rasa duka dan kesusahan yang diderita akibat kemaksiatan

 

15.   Mempersulit mata pencaharian

 

16.   Memperburuk keadaan hidup

 

Inilah, wahai pembaca sekalian, sekelumit efek negatif dan buah pahit yang akan menimpa pelaku kemaksiatan dan orang-orang yang lalai dari mengingat-Nya, sebagaimana kebakaran itu akibat dari api dan tumbuhnya tetumbuhan itu disebabkan oleh air, demikian pula buah-buah pahit ini akan dipanen pelaku kemaksiatan, wal ‘iyadzu billah.

 

Sebaliknya lawan dari hal tersebut di atas, buah-buah positif, akan terhasilkan dari ketaatan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Oleh karena itu, pikirkanlah matang-matang akibatnya sebelum berkata dan bertindak, sebelum menjadi penyesalan besar pada hari yang tiada bermanfaat lagi taubat dan penyesalan.

Wallahu a’lam bish shawab. Wabillahit taufiq.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.