Gelorakan Semangat dalam Jiwa, Demi Menggenggam Cita-Cita

 

Oleh Muhammad Basil al-Ayyubi, Tahfizh

 

Semua manusia tentu menginginkan kesuksesan dan kebahagiaan yang ia dambakan di kehidupan dunia yang penuh cobaan ini.

Bahagia dan sukses memiliki banyak arti tersendiri bagi masing-masing individu. Ada yang mengatakan bahwa sukses itu ketika seseorang bisa melanjutkan pendidikan hingga S-4, ada juga yang mengatakan ketika bisa menjadi investor terkenal di dunia, dan lain sebagainya. Namun semua itu hanya semu.

 

Kawan, ketauhilah di sana ada kesuksesan dan kebahagiaan yang sejati, yaitu saat seseorang bisa sukses dalam thalabul ilmi, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Namun kesuksesan tersebut tidak akan tercapai melainkan ia harus bersungguh-sungguh dan berupaya semaksimal mungkin demi ilmu.

 

Di Manakah Kita

Coba bandingkan keadaan kita dengan para ulama terdahulu yang telah sukses dalam meraih ilmu, mereka rela mengorbankan semuanya demi ilmu, raga jiwa dan harta mereka.

Mereka rihlah (bepergian jauh) bertahun-tahun lamanya demi menggapai ilmu. Bukan naik pesawat, bus, kapal atau yang lainnya, tapi mereka berjalan kaki bermil-mil jauhnya. Bukan di hutan belantara, tapi di tengah padang tandus nan sahara.

 

Coba kita lihat Imam abu Hatim ar-Razi rahimahullah, beliau melakukan rihlah dua kali dalam hidupnya. Rihlah yang pertama beliau tempuh lebih dari seribu farsakh, dan setelah itu beliau tidak menghitungnya.

Belum lagi di sana ada juga ulama yang habis perbekalannya ketika sedang melakukan perjalanan menuntut ilmu, hingga akhirnya beliau terpaksa minum kencing darahnya sendiri.

Coba kita bandingkan dengan keadaan kita yang penuh dengan kenikmatan ini! Hendaknya kita banyak-banyak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Saatnya Kita Bangkit! Kita Pasti Bisa

Ayolah kawan….

Mari kita bulatkan tekad. Satukan semangat. Ikhlaskan niat. Demi meraih manisnya ilmu.

 

Ayo kawan…

Saatnya kita bangkitkan dan kobarkan gelora semangat dalam diri kita, sudah saatnya kita menggapai cita dan asa yang tertinggi, yaitu menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya lalu mendakwahkannya.

 

Ayo kawan…

Mungkin kita kemarin atau hari ini kurang semangat dalam menuntut ilmu. Masih bermalas-malasan dan cenderung meremehkan. Maka, mulai detik ini dan seterusnya, kita buang sifat malas tersebut dan semangat dalam menuntut ilmu.

 

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Fawaid;

“Taufik dan pertolongan Allah akan selalu menyertai seorang hamba sesuai dengan kadar niat hamba itu, tekad, kemauan dan keinginannya dalam meraih apa yang ia inginkan.”

 

Ayo…!!!

Mari kita bersama-sama membuktikan tekad dan cita kita secara nyata! Semoga Allah Taála membantu kita semua.

 

Seorang penyair mengatakan:

Jadilah laki-laki yang kakinya kokoh menapak di atas muka bumi…

Namun cita-citanya setinggi bintang Tsurayya…

 

Penutup

Semoga apa yang kita lakukan berupa kesungguhan dalam menuntut ilmu termasuk dalam apa yang Allah Taala sebutkan dalam ayat-Nya:

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunujukkan jalan hidayah kepadanya, dan Allah Taala bersama orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut: 69)

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah amalan saleh di sisi-Nya kelak pada hari kiamat. Amin.

 

# Salam Semangat Thalibul Ilmi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.