Jangan Gusar, Karena Allah Maha Mendengar

 

Oleh Salman bin Musa, Tahfizh

 

Saat seorang insan sudah berdoa, namun dia merasa pengabulannya tak kunjung tiba, kesedihan terkadang lebih dominan menyelimutinya. Itulah manusia, yang penuh aib dan cela, seringnya tak sabar untuk meraih hasil yang ia pinta.

Namun terkadang dia akan mendapati terkabulnya permintaannya yang sudah lama. Permintaan yang ia mohon kepada Allah sejak dahulu, bahkan barang kali dia sudah lupa kapan dia memintanya. Namun ingatlah bahwa Allah tidak pernah akan lupa.

 

Allah Selalu Mengabulkan Permintaan Para Hamba-Nya

Perihal doa-doa yang kita lafalkan, jangan pernah kita berpikir bahwa Allah tidak mendengarkan. Tetaplah percaya, Dialah Yang Maha Melihat tengadahan tangan para hamba-Nya baik saat siang hari atau di malam yang sunyi. Dia Maha Mengetahui dan Mendengar, maka jangan ragu untuk terus mengulang pinta, karena Dia tak pernah bosan untuk Mendengar rintihan para hamba.

وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan Allah yang mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah: 186)

 

Tidak ada kata terlambat. Sehingga jika doa kita belum terkabul sekarang, mungkin karena saat ini bukanlah yang terbaik. Allah Maha Tahu waktu yang terbaik untuk mengabulkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga akan menggantinya dengan yang lebih baik, jadi jangan letih melangitkan harapan dan doa kita.

Kelak, semoga ada waktu di mana kita tersenyum bahagia akan sebuah pengabulan doa yang mungkin kita telah melupakannya. Saat kita sepenuhnya pasrah akan yang terbaik, Allah Subhanahu wa Ta’ala mangabulkannya pada waktu yang tepat. Saat kita mulai menyerah dan pasrah, Allah menyapa kita dengan kabar baik yang indah.

 

Jangan Lelah dan Putus Asa

Jadi, jangan pudar dari melangitkan pinta kita, karena Allah sungguh mendengar segala permohonan kita. Serahkanlah diri hanya kepada-Nya, karena Dialah yang Mampu mengatur urusan dengan baik. Menyerahkan diri bukan artinya ragu, karena Dia mengetahui yang lebih indah dari sekedar apa yang kita mau. Percayalah, itu yang terbaik untuk kita.

Jangan lelah untuk terus berdoa. Karena doa adalah senjata kita. Saat ikhtiar dan usaha telah kita kerahkan, maka selanjutnya doa juga harus disertakan. Teruslah berdoa, semoga kebaikan-kebaikan akan terus hadir. Tetaplah berdoa dengan penuh harap, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tak akan menelantarkan kita.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang-Ku, maka jawablah, ‘Sesungguhnya Aku dekat, Aku akan mengabulkan setiap permintaan yang memohon kepada-Ku. Hendaknya mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”  (QS. Al-Baqarah: 186)

 

Harapan Akhir

Semoga Allah Taala menguatkan kondisi kita di setiap saat, dan menganugerahkan kepada kita yang terbaik untuk kebaikan dunia dan akhirat. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.