Membuka memori saat pertama nyantri

Oleh Zakariya Jember 2A Takhasus

 

Teringat sebuah kenikmatan yang diberikan oleh ar-Rahman. Manakala Allah pertemukan aku dengan hamba-hamba pilihan. Ya, para pendamba kebahagiaan. Yaitu, di suatu waktu yang telah ditetapkan untuk aku mendaftarkan diriku di program Tahfizhul Quran, Mahad as-Salafy  Jember, tempat yang Allah pertemukan aku dengan teman-teman yang jauh lebih baik dari teman-temanku sebelumnya.

Teman-teman dari berbagai daerah dan pulau yang berbeda-beda.Pertemuan yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Hingga akhirnya kami saling mengenal satu sama lain. Demikianlah yang Allah katakan dalam ayat-Nya ,

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

“Wahai sekalian manusia,  sungguh Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal.” [QS. Al-Hujurat: 13]

Di Ma`had yang kurindukan…

Aku berusaha bangkit dari keterpurukan…

Membenahi buruknya keadaan…

Membersihkan diri dari lumuran dosa dan kemaksiatan…

Di sanalah aku belajar ilmu agama ,selaku kewajiban…

Bagi setiap insan…

Belajar memahami baik buruknya keadaan…

Memahami mahalnya nilai persahabatan…

Memahami adanya perbedaan…

Memahami hakekat sebuah kehidupan…

Yang diliputi berbagai cobaan…

Bagi setiap individu yang menyatakan beriman…

Belajar akan manisnya buah kesabaran…

Belajar banyak hal yang dahulu tak mampu kulakukan…

 

Kawan…

Berjuta  kenangan telah kita goreskan dalam kehidupan di ini…

Berbagai momen tak terlupakan turut menyertai…

Perjuangan kita dalam menuntut ilmu syar`i…

Terkadang muncul dalam benak pikiran sebuah keinginan untuk kembali…

Mengurai momen terindah yang pernah kita jalani…

Dan kini…

Keinginan itu semakin menjadi…

Suka maupun duka kita lalui…

Senang dan susah kita hadapi…

Berbagai kebersamaan kita jalani…

Dari bangun tidur hingga tidur kembali…

 

Namun, begitu cepatnya sebagian kita pergi meninggalkan ma`had yang kita cintai. Sebagiannya melupakan apa yang dahulu kita cari. Melepaskan harapan yang ingin digapai nanti.

Kawan…

Sebuah harapan besar dariku agar kalian kembali menuntut ilmu syar`i. Didasari niat yang ikhlas hanya mengharap wajah Ilahi. Serta mengangkat kebodohan dari diri ini. Kita gali harapan yang sempat terpendam untuk kita wujudkan kembali. Bersama memperbaiki diri guna menyongsong kehidupan yang kekal abadi.

Ikutilah jalan yang Allah katakan dalam al-Quran,

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus,maka ikutilah. Dan jangan kalian ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya. (QS. al-An`am: 153)

Ya, mencerai beraikan dari jalan yang akan menghantarkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka ikutilah jalan dan petunjuk dari Allah, niscaya kalian selamat. Semoga bermanfaat, wallahu ‘alam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.