Mereka Binasa Karena Hasad
Oleh Faris Abdul Aziz, Tahfizh
Penyakit hasad adalah penyakit yang membinasakan. Penyakit hasad dapat melalap kebaikan dan kebahagiaan sebagaimana api melalap kayu bakar. Siapa yang memiliki hasad, bisa jadi ia akan terjangkiti penyakit lain yang jauh lebih parah darinya. Bahkan, dalam lintasan sejarah, hasad kerap menjadi faktor utama kekufuran dan kehancuran.
Saat Iblis hasad terhadap kemuliaan Adam, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an,
قال ما منعك ألا تسجد إذ أمرتك قال أنا خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين
“Allah berfirman: ‘Apakah yang menghalangimu (Iblis) untuk bersujud ketika Aku memerintahkanmu?’ Iblis menjawab, ‘Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah.’” (QS. Al-A’raf: 12)
Maka Iblis pun dikeluarkan dari surga dan dilaknat oleh Allah ﷻ.
Begitu pula pembunuhan pertama yang dilakukan oleh anak Adam, yang dilatarbelakangi oleh hasad. Allah mengisahkan cerita mereka,
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخِرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ لَىِٕنْۢ بَسَطْتَ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَ ۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ اِنِّيْٓ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْۤءَ بِاِثْمِيْ وَاِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِۚ وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَ فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) dengan sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka (Habil), dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Lalu Qabil berkata, ‘Aku pasti akan membunuhmu!’ Berkata yang lain (Habil), ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh, jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah ﷻ, Rabb seluruh alam. Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuhku) dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang-orang yang zalim.’ Maka hawa nafsunya menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya; lalu dia membunuhnya, maka jadilah ia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Ma’idah: 27–30)
Hasad dan rakus adalah dua senjata yang mematikan. Disebutkan dalam Jāmi‘ul ‘Ulūm wal Ḥikam, karya Ibnu Rajab rahimahullah. Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Iblis berkata kepada Nabi Nuh ‘alaihis salam:
(اثنتان بهما أهلك بني آدم: الحسد، وبالحسد لعنت وجعلت شيطانًا رجيمًا، والحرص بالحرص أبيح آدم الجنة كلها فأصبت حاجتي منه بالحرص)
“Dua perkara yang dengannya aku membinasakan manusia:
- Hasad; karena hasad aku dilaknat dan dijadikan setan yang terkutuk.
- Rakus; dengan kerakusan aku menjerumuskan Adam sehingga surga seluruhnya terlarang baginya. Aku menyesatkannya dengan kerakusan.”
Tidak ada penyakit yang tidak memiliki obat, demikian pula penyakit hati. Hasad dapat diobati apabila penderitanya mau menyadari dan berusaha untuk sembuh dari penyakit ini. Hasad dapat disembuhkan dengan tiga hal: rida terhadap takdir Allah ﷻ, zuhud terhadap dunia, dan melihat akhir dari nikmat dunia berupa kegelisahan serta perhitungan di akhirat.


