Nasehat Syaikh Abdul Aziz bin Baz untuk Siswa SMA dan Pengajarnya

 

Oleh asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala

 

Pertanyaan:

Terkadang sebagian pendengar menemui sebagaimana yang aku temui, ketika seorang pelajar SMA bertanya kepada Syaikh yang mulia Abdul Aziz bin Baz dalam kesempatan diskusi yang hidup seperti ini. Mudah-mudahan kali ini kami mendapat kesempatan agar anda memberikan arahannya bagi anak semisal dan seusianya, serta pada jenjang pelajaran yang sama dengannya.

 

Jawaban:

Tidak dipungkiri lagi bahwasannya para penuntut ilmu adalah contoh bagi orang lain, demikian juga contoh bagi teman-temannya. Sedangkan para ustaz di atas itu semua. Dan perbincangan ini, memberikan keterangan bahwasannya seorang pelajar tadi memiliki antusias dalam agamanya dan kesungguhan di dalam memahami dan mengetahui kebenaran -semoga Allah menambah kebaikannya-.

Adapun wasiatku terhadap dirinya dan para pemuda yang semisal dengannya adalah agar bertakwa kepada Allah. Dan tidak menyibukan diri dengan perkara yang lain yang mengalihkan dari mendalami agama. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan untuknya, maka Allah akan pahamkan dia dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka wajib bagi semuanya untuk memerhatikan agamanya serta mendalaminya, baik di tingkat SMA ataupun universitas. Demikian juga (untuk bersemangat) dalam menelaah dxan mudzakaroh di antara mereka bersama para pengajar, hingga mereka memahami agama mereka, dan berjalan di atas bashirah. Demikian juga hingga mereka mengetahui suatu hukum dengan dalil-dalilnya.

Karena ilmu diketahui bersama dalil-dalilnya, bukan dengan cara taklid (fanatik) atau dengan menggunakan pendapat fulan atau alan. Seorang alim yang sejati, adalah yang mengetahui hukum-hukum agama beserta dalil-dalilnya dari kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana juga aku wasiatkan kepada para ustaz dan pengajar di setiap tempat untuk bertakwa kepada Allah. Dan hendaknya ia menjadi panutan yang baik untuk para penuntut ilmu dalam menjaga salat berjamaah, memperhatikannya, mengagungkan kondisi salat tersebut, dan menghasung para penuntut ilmu atas hal tersbeut. Sehingga seorang ustaz atau guru menjadi panutan dan contoh untuk para pelajar dalam mengagungkan perintah Allah dan larangan-Nya serta juga dalam menjaga salat berjamaah dan memperingatkan dari melalaikannya.

Semoga Allah memberikan rezeki-Nya kepada kita semua berupa taufik dan hidayah.

 

Sumber fatwa: https://binbaz.org.sa/fatwas/7370/نصيحة لطلاب الثانوية العامة ومدرسيهم

Alih bahasa: Muawiyah Ciamis, Takmili

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.