Orang yang bangkrut

syaithan

 

Oleh Tamim bin Umar at-Tamimi 3A Takhasus

 

Setiap orang tentunya menginginkan keberhasilan di dunia dan di akhirat. Tidak ada seorangpun yang menginginkan kerugian, terlebih lagi kebangkrutan. Di dunia ini apa bila seseorang mengalami kebangkrutan tentu hal itu merupakan musibah besar bagi dirinya, lantas bagaimana jadinya jika kebangkrutan tersebut terjadi di akhirat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ، فَقَالَ: «إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ»

“Tahukah kalian orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang bangkrut adalah orang yang tidak punya dirham dan harta benda.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia dahulu telah mencaci si fulan, menuduh si fulan berbuat keji, memakan harta si fulan, dan menumpahkan darah si fulan, serta memukul si fulan. Maka pahala orang tersebut  diberikan kepada si fulan dan si fulan, sampai ketika pahalanya sudah habis sedangkan kesalahan-kesalahannya belum terbayar lunas, maka diberikan kepadanya dosa orang-orang yang dahulu ia dzhalimi kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim: 2581)

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjauhkan kita dari sifat dan perbuatan yang dapat merugikan kita di akhirat kelak. Aamiin.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.