Pelajaran tahsin al-Qur’an

Islam

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

Ramadhan merupakan bulan mulia. Bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Bulan dimana diturunkannya kitab suci al-Qur’an. Sampai-sampai Ramadhan dijuluki sebagai Syahrul Qur’an (bulan al-Qur’an). Jibril ‘alaihissalam datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan untuk mengajarkan al-Qur’an dua kali .

 

Semangat para ulama terhadap al-Quran di bulan suci Ramadhan

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan di dalam kitab beliau ‘Majalis Syahri Ramadhan’:

كان الزُّهْرِيُّ رحمه الله إذا دخلَ رمضانُ يقول إنما هو تلاوةُ القرآنِ وإطْعَامُ الطَّعامِ.

“Dahulu Imam az-Zuhri rahimahullah jika telah menjumpai bulan Ramadhan mengatakan, ‘Sesungguhnya (amalan) di bulan ini adalah membaca al-Qur’an dan memberi makan.’

 

 وكان مالكٌ رحمه الله إذا دخلَ رمضانُ تركَ قراءةَ الحديثِ وَمَجَالسَ العلمِ وأقبَل على قراءةِ القرآنِ من المصْحف.

Dan Dahulu Imam Malik rahimahullah jika telah memasuki bulan Ramadhan meninggalkan baca hadis dan majelis ilmu, kemudian beliau fokus membaca al-Qur’an dari mushaf.

 

 وكان قتادةُ رحمه الله يخْتِم القرآنَ في كلِّ سبعِ ليالٍ دائماً وفي رمضانَ في كلِّ ثلاثٍ وفي العشْرِ الأخير منه في كلِّ ليلةٍ.

Dahulu al-Imam Qatadah rahimahullah selalu menghatamkan baca al-Quran setiap satu pekan. Adapun di bulan Ramadhan beliau menghatamkannya setiap tiga hari. Dan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan beliau menghatamkannya setiap malam.”

 

Tahsin qiraatil Qur’an, perkara penting di dalam membaca kalamullah

Tahsin qiraatil Qur’an yaitu memperbaiki dan memperindah bacaan al-Qur’an. Tahsin merupakan salah satu adab di dalam membaca al-Qur’an. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan:

ومِن آدَابِها: أن يُحَسَّنَ صوتَه بالقُرآنِ ويترَّنَّمَ به

“Dan di antara adab-adab membaca al-Quran adalah: Dengan memperindah dan melagukan (secara syar’i) bacaannya.” (Majalis Syahri Ramadhan)

 

Mempelajari tahsin dengan mengenali kaidah-kaidah di dalam membaca al-Quran dapat menghindari seorang hamba dari kesalahan-kesalahan dalam membacanya. Baik itu  Kesalahan kecil yang tidak merubah makna, terlebih kesalahan besar dan fatal yang dapat merubah makna dan arti sebuah kata.

Oleh  karena itu Ma’had Minhajul Atsar sangat mengahasung para santri untuk mempelajari tahsin al-Quran. Di antara bentuknya adalah dengan membuat jadwal khusus tahsin yang dapat diikuti oleh seluruh santri, bahkan diwajibkan pada sebagiannya.

 

Sekilas tentang taklim

Mudarris (pengajar) dari pelajaran  tahsin ini adalah Ust. Ulum Hafizhahullahu Ta’ala. Beliau merupakan ustadz yang diberi taufik oleh Allah untuk mengajar bidang tajwid dan qiraah. Ustadz yang berasal dari kota Trenggalek ini telah mengajar bidang qiraatil Quran belasan tahun lamanya. Beliau hafizhahullah biasa mengajar santri Madrasah Tahfizul Qur’an bahkan sampai Takhasus.

Pelajaran yang ada pada hari sabtu sampai kamis ini dimulai setiap ba’da subuh. Santri kelas satu sampai tiga Takhasus diwajibkan untuk mengikutinya. Taklim yang bertempat di Masjid Ali bin Abi Thalib ini sifatnya terbuka untuk umum (santri). Sehingga santri Tahfizh, Takhasus kelas empat, bahkan para musyrif dapat mengikutinya.

 

Penutup

Semoga dengan diadakanyya pelajaran tahsin ini membuat para santri terhindar dari kesalahan-kesalahan di dalam membaca kitab suci al-Quran. Dan juga semoga menjadi amal shaleh yang di terima oleh Allah Ta’ala di bulan yang juga suci ini. Berharap agar menjadi pemberat timbangan di akhirat kelak. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.