Pemuda PendambaSurga, Harapan Kita Semua

persatuan

 

Para pembacarahimakumullah, dalam sebuah hadist rasulullah pernah bersabda:

“اغتنم خمساقبل خمس : شبابك قبل هرمك،وصحتك قبل سقمك،وغناءك قبل فقرك،وفراغك قبل شغلك،وحياتك قبل موتك.”

“ Manfaatkan 5 keadaan sebelum datangnya 5 keadaan; masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu dan hidupmu sebelum engkau mati.” HR. al Hakim.

Seorang penyair pernah melantunkan sebuah syair;

ألا ليت الشباب يعود يوما

فأخبره بما فعل المشيب

“Duhaikiranyamasamudaitubisakembalibarangsatuhari

Makaakanakukabarkankepadanyatentangsesuatu yang dilakukanoleh orang-orang yang telahberuban (tua)”

Hadist di atas, terkhususpadapenggalan yang pertama, danjuga bait syairtersebutmenunjukkankepadakitatentangsuatukeadaan yang mayoritasmanusiamengalaminya, yaitumasamuda. Tersebutkandalamhadisttentangperingatandarirasuluntukseseorangitumemanfaatkanmasamudanyadenganbaik.Karenamemangbegitulah, masamudamerupakanmasa yang mahaldansangatberharga, masadimanaseluruhkeinginandanaktivitasbisaterlaksanakarenamasihadapadanyakekuatandankemampuan, bahkanmasamudaitubisamenjadipenentuuntukmasaberikutnya ,yaitumasatua.

Terlebihdariitu, kebaikanumatdanmasyarakatpunpadahakikatnyabergantungkepadamerekaparapemuda.Jikamerekabaikmakakebaikanumatpunakanterciptadansebaliknyajikamerekajelekdanrusakmakaakanhancurlahtatananmasyarakatkita. Yang demikianinidikarenakanmerekalah yang sebenarnyamenjadi motivator danmesinpenggerakumat. Kita lihat bagaimana awal mula berkembangnya agama islam di Mekah dan para pembawa bendera tauhid yang pertama pun tak lepas dari peran serta para pemuda waktu itu. Sebut saja Abu Bakr as Shidiq  yang masuk islam pada usia tidak lebih dari 37 tahun, Umar pada usia 27 tahun, Utsman pada usia 34 tahun, Ali pada usia 10 tahun, Thalhah bin  Ubaidillah pada usia 14 tahun, az Zubair bin al Awwam pada usia 16 tahun, Saad bin Abi Waqqas pada usia 17 tahun, Said bin Zaid pada usia 15 tahun, Abu Ubaidah pada usia 27 tahun dan Abdurrahman bin Auf pada usia 30 tahun yang mereka ini dikenal dengan sebutan al asyarah almubasyaruna bil jannah (10 dan shahabat pemetik janji surga) dan sahabat yang lain yang sepak terjang dan perjuangan mereka dalam perkembangan islam bukan suatu hal yang diragukan lagi.

Demikianlahmasamuda, penuhdengankebahagiaan,kesenangandanjugacobaan. Apa yang disebutkanrasuldan yang diucapkanolehpenyair di atasmenunjukkanbetapapentingnyamasamuda, sampai-sampaidigambarkandalamsyairtersebutkalauseandainyawaktubisadiputarkebelakangtentu orang-orang yang sudahtuaakanmengabarkankepadaoarng-orang mudauntukbersungguh-sungguhmemanfaatkanwaktunyadenganbaik. Yah, seakan-akaniniadalahbentukpenyesalandarimereka orang-orang tuaakanmasamudamereka yang tidakdilaluidenganmanisolehmereka .Merekatidakinginapa yang merekarasakandaripenyesalan pun dirasakannantiolehmereka-mereka yang sekarangmasihmuda.Namuntentunyawaktuituakanterusberjalandantidakakanpernahmenengokdanberputarkebelakangkembali.

 

PEMUDA DALAM AL QURAN

Para pembaca rahimakumullah, Allah telah mneyebutkan dalam al quran berbagai macam kisah penuh hikmah yang sangat penitng bagi umat manusia untuk dijadikan oleh mereka sebab datangnya hidayah. Diantaranya adalah tentang kisah umat-umat terdahulu yang penuh dengan pelajaran, suri teladan  dan hikmah yang sangat berharga. Allah berfirman:

Dan sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat ibrah (pelajran) bagi orang-orang ynag berakal.”Yusuf:111

“ Mereka adalah orang-orang yang telah diberikan petunujuk oleh Allah. Maka ikjutilah petunjuk mereka.”al An,am: 9

Allah juga telah menyebutkan kisah para nabi agar bisa dijadikan panutan tentang bagaimana keimanan, perjalanan dakwah dan kesabaran mereka. Allah berfirman:

Sungguh pada diri nabi Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ada contoh yang baik bagi kalian.” al Mumtahanah:4

“ Maka bersabarlah sebagaimana bersabarnya para ulul azmi dari kalangan rasul.” Al Ahqaf: 35.

Ketahuilah, para nabi yang telah diutus oleh Allah di setiap kaumnya semuanya dari kalangan pemuda. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh sahabat Abdullah ibn Abbas, kata beliau:

“ما بعث الله نبيًا إلا شابًا، ولا أوتي العلم عالم إلا وهو شاب

“ Tidaklah Allah mengutus seorang nabi dan memebrikan ilmu kepda seoerang alim kecuali dalam keadaan mereka masih remaja.”

(lihat tafsir ibn Katsir pada surat al anbiya:60)

Perhatikanlah ucapan kaumnya nabi ibrahim:

“ Mereka berkata, “kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, namanya Ibrahim.” al Anbiya :60.

Lihatlah  kisah nabi Yusuf beserta saudaranya, sebuah kisah yang begitu mengharukan bagi kita. Kisah yang dimulai dari mimpi beliau melihat 11 bintang dan ketika itu beliau masih muda belia. Kemudian datanglah ujian kepada beliau dari saudaranya yang iri kepada beliau. Berbagai macam gangguan beliau rasakan. Namun dengan sebab ketakwaan dan kesabaran beliau, maka datanglah pertolongan Allah. Allah tinggikan derajat beliau di dunia, dan terlebih nanti di akhirat.

Lihat pula kisah para pemuda yang terperangkap dalam goa (ashabul kahfi). Mereka adalah sekumpulan pemuda yang beriman kepada Allah. Mereka hidup di lingkungan masyarakat yang berbuat syirik, akhirnya mereka berupaya untuk menjauh dan mengasingkan diri karena khawatir akan keimanan mereka. Lalu mereka masuk dan tinggal di dalam sebuah goa yang kemudian dengan izin Allah mereka tertidur di dalamnya selama 309 tahun.

Allah berfirman:

“ Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada rabb mereka dan kami tambahkan kepada mereka hidayah.” Al Kahfi: 13

 

PEMUDA DALAM SUNNAH

Para pembacarahimakumullah, telah tersebutkan dalam beberapa hadist bagaimana perhatian dan semangat baginda nabi di dalam memberikan nasehat dan wejangan kepada para pemuda.

Kita bisa lihat sabda rasulullah yang menyebutkan bahwa ada 7 golonganpada hasi kiamat kelak yang akan mendapatkan naungan deari Allah. Salah satunya adalah pemuda yang tumbuh dan menggunakan masa mudanya untukl kataatan kepada Allah. (HR. al Bukhari dsan Muslim dari sahabat Abu Hurairah)

Beliau pun pernah berkata kepada sahabat Umar bin Abi salamah yang ketiuka itu masih muda untuk mengajarkannya adab makan;

Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat denganmu! (HR. al Bukhari dan Muslim)

Perhatikan pula nasehat rasul kepada para pemuda agar terhindar dari fitnah wanita;

“ Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu  maka menikahlah karena sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu menikah, maka hendaklah berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu sebagai penawar dan pemutus syahwatnya.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

 

PARA PEMUDA PADA MASA RASUL

Memang benar apa yang disebutkna rasul, bahwa masa beliau adalah masa terbaik di muka bumi ini. Masa yang penuh kebahagiaan dan barakah dari sang khalik. Sehingga pantaslah segala aspek kehidupan pada masa itu berjalan dengan baik dan sempurna. Demikian pula aktivitas para pemuda waktu itu, penuh diliputi dengan kegiatan mencari ilmu, beramal dan saling ta’awun alal birri wat taqwa. Salah satu buktinya adalah sebgaimana yang diceritakan oleh  sahabat Malik bin al Khuwairits, dia berkata,

“ suatu hari aku dan beberapa pemuda yang lain mendatangi nabi untuk menimba ilmu dari beliau. Kemudian kami tinggal bersama nabi selama 20 hari lamanya. Setelah 20 hari, rasulullah melihat kami sepertinya telah merindukan keluarga. Maka beliau bertanya kepada kami dan kamipun menjelaskannya kepada beliau. Lalu beliau dengan kelembutan dan kasih sayangnya berkata kepada kami,” Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, perintahkanlah mereka untuk taat dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Jika waktu shalat telah tiba, maka hendaklah slah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan yang palin tua dari kalian menjadi imam.” HR. al Bukhari.

Dikisahkan pula bahwa pada masa rasul ada sekelompok pemuda dari kalangan anshor yang terkenal dengan sebutan al qura’ . hari-hari mereka penuhi dengan amalan-amalan soleh. Di siang hari mereka mengambil air lalu diletakkan di masjid. Mereka pun mencari kayu untuk kemudian dijual dan hasilnya untuk membeli makanan bagi ahli suffah  dan fakir miskin. Sementara di malam harinya mereka membaca al quran dan melakukan kegiatan belajar mengajar serta tidak lupa pula untuk mengerjakan shalat malam. Subhanallah, keadaan yang begitu menakjubkan yang hampir atau bahkan tiddak pernah kita dapati pada masa kita sekarang. Suatu ketika rasulullah mengutus 70 orang dari mereka untuk berdakwah di negeri najd. Mereka tiba di sebuah tempat bernama Bi`r Ma’unah. Namun orang-orang tidak menyambut dakwah mereka bahkan membunuh mereka dan tidak tersisa kecuali hanya satu orang saja dalam kondisi terluka dan terbaring. Bahkan dikisahkan bahwa tidak ada yang mengetahui pembantaian tersebut kecuali setalah melihat adanya burung-burung yang  mengitari tempat pembantaian tersebut.Peristiwa yang memilukan ini dikenal dengan peristiwa bi’r ma’unah. Dengan sebab ini rasulullah mendoakan kejelekan bagi para pembunuh mereka di setiap shalat shubuh selama 1 bulan penuh. (HR. al Bukhari, Muslim dan Ahmad)

 

WEJANGAN UNTUK KAUM MUDA

Para pembacarahimakumullah, sekali lagi kita nyatakan bahwa memang masa muda adalah masa yang sangat mahal dan berharga. Apa yang tersebutkan diatas kiranya sudah cukup untuk kita jadikan cermin kehidupan. Namun tentunya tidak mengapa untuk kita sebutkan disini beberapa wejanganl yang mungkin bisa bermanfaat untuk kita semua.

  1. Perbanyaklah menimba ilmu agama yang benar. Seorang yang memahami agama ini dengan benar pertanda bahwa Allah cinta kepadanya. Rasulullah bersabda:

“ Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memfaqihkannya (memahamkan) dalam agama.” HR. al Bukhari dan Muslim.

Suatu hal yang mustahil jika ada seseorang menginginkan kemuliaan hidup di dunia dan akhirat tanpa memilki senjata yang bernama ilmu agama. Itu semua hanyalah sekedar angan-angan dan harapan yang hampa. Seorang penyair berkata;

تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا

 إِنَّ السَّفِيْنَةَ لاَ تَجْرِي عَلىَ الْيَبَسِ

 

Engkau mengharapkan keberhasilan namun tidak menempuh jalan-jalannya
Sesungguhnya kapal itu  tidak akan berlayar di atas tempat yang kering

Demikian pula seseorang yang senantiasamenjaga agama Allah denganberupayauntukmemahami agama tersebutdenganbenardanmenjalankanketaatanpadaNya, makaAllahpunakanmenjagadanmembantudirinya. RasulullahbersabdakepadasahabatIbn Abbas;

“ wahai anak kecil, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kAlimat; (yaitu) jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.  Jagalah Allah, nicaya engkau akan mendapatiNya berada dihadapanmu (membantumu).

  1. at Tirmidzi
  2. Hendaknya kita menyadari bahwa jatah hidup kita di dunia terbatas, semua akan berakhir. Demikian pula masa muda kita, akan berakhir seiring dengan berputarnya waktu, dan tidak akan kembali. Kemudian kelak di akhirat kita akan ditanya dan diminta pertanggunganjawab atas masa muda kita. Rasulullah bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang lima hal: tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia belanjakan dan  tentang ilmunya untuk apa dia amalkan.” (HR. at Tirmidzi)

3.Banyaklah beramal soleh dan jangan sekedar berbangga dengan nasab (keturunan). Seorang pemuda yang baik adalah yang selalu menyadari bahwa kebaikan dirinya tergantung dirinya sendiri, sehingga dia berusaha untuk mencapai kebaikan tersebut dan tidak bersandar kepada nasab yang dia miliki ataupun kepada orang lain.

Allah berfirman;

“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang merubah keadaan mereka.” ar Ra’du: 11.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang lambat( tidak bersemangat) dalam beramal, sungguh garis nasabnya tidak akan bisa membantunya.”HR. Muslim

“Maka bagi yang mendapatkan kebaikan, hendaklah dia memuji Allah, namun bagi yang mendapatkan selain itu, maka sungguh janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri.”HR. Muslim

Seorang penyair mengingatkan;

إنالفتىمنيقولهاأناذا

ليسالفتىمنيقولكانأبي

Sesungguhnya pemuda sejati itu adalah yang berkata ini saya

Bukanlah pemuda sejati yang hanya sekedar berkata ayahku begini dan begitu

  1. Lakukan hal-hal yang bermanfaaat, jangan berputus asa dan panjang angan-angan, karena sesungguhnya di antara tanda kesempurnaan islam seorang hamba adalah meninggalkan segala hal yang tidak bermanfaat dan mencukupkan terhadap segala sesuatu yang bermanfaat.

Raasulullah bersabda:

Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. at Tirmidzi)

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai dari pada mukmin yang lemah, akan tetapi setiapdari mukmin yang kuat dan lemah memiliki kebaikan,  bersemangatlah untuk melakukan segala yang bermanfaat buatmu dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan bermalas-malasan.”HR. Muslim.

Namun tentunya timbangan dan tolak ukur  sesuatu itu bermanfaat atau tidak adalah syari’at, bukan sekedar mengikuti perasaan, emosi, fanatik kelompok dan hawa nafsu  semata.

Abdurahman bin Abi Hatim, beliau adalah seorang ulama terkemuka, pernah menuturkan kisah perjalanan hidupnya; “ Aku bersama temanku pernah berada di negeri Mesir selama 7 bulan lamanya untuk mengambil ilmu dari para syaikh disana. Kami tidak pernah makan maraqah (sejenis kuah daging) disana. Di siang hari kami bermajlis bersama syaikh sementara di malam hari kami menulis dan memperbaiki catatan.  Pada suatu hari syaikh  yang mengajar berhalangan hadir . maka ketika kami melewati sebuah jalan, kami melihat ada seseorang yang menjual ikan segar, maka kami pun membelinya. Namun tatkal a kami bawa pulang dan hendak kami masak, ternyata telah tiba waktu belajar sehingga tidak mungkin bagi kami untuk mengolahnya. Akhirnya kami ikut belajar dan kami tinggalkan ikan itu. Setelah 3 hari berlalu kami baru ingat akan ikan tersebut dan keadaannya sudah tidak segar lagi. Namun terpaksa kami memakannya dalam keadaan mentah karena tidak ada waktu lagi untuk mengolahnya.” Lalu Abdurrahman berkata: “ Ilmu itu tidak akan dapat diraih dengan jasad yang bersantai-santai.” (Syiar a’lam an Nubala’)

  1. Jadikandirikitabisabermanfaatbagi orang laindanpunyaniatandanupayauntuktersebarnyakebaikan di tengah-tengahmanusia. Bagindarasulbersabda;’

“ Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian hingga dia mencintai sesuatu untuk  saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu untuk dirinya sendiridarikebaikan.”(HR. Al Bukhari, Muslim dan an Nasa’i)

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.” (HR. Ath-Thabarani dan Ad-Daruquthni)

  1. 6. Tanamkan sifat sabar ketika sedang menjalankan ketaatan juga ketika meninggalkan kemaksiatan. Karena sesungguhnya tidaklah kesusahan dan kesempitan itu akan selalu menghantui kita. Cukuplah nasehat rasulullah menjdi penyejuk hati kita, beliau bersabda:

Ketahuilah, pertolongan akan datang bersama kesabaran, kelapangan akan datang bersama kesempitan dan kemudahan akan datang bersama kesukaran.”HR. Ahmad.

Berkataseorangpenyair;

لأستهلن الصعب أو أدرك المنى

فما انقادت الآمال إلا لصابر

“ Sungguhakuakanmemandangmudahsegalakesulitanituhinggaakumenggapaiharapanku

Karenasesungguhnyaharapanitutidaklahakantunduk (datang) kecualikepada orang yang sabar”

Allahua’lambisshawab.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.