Jember zona beresiko

Oleh Ilham Pacitan 3B Takhasus

 

Atmosfer dunia masih saja dilanda musibah pandemi. Dulu kita tidak menyangka hal ini akan sampai di negeri tercinta. Namun apa daya, sekarang musibah ini telah ada di sekitar kita. Yang perlu kita yakini bahwa semua ini sudah ditetapkan oleh-Nya. Tugas kita tinggal mengimani dan menjalaninya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi-Nya.

 

Info terkini

 

Kabupaten tempat kita berada saat ini (Jember, Jawa Timur), kembali memasuki zona berrsiko penyebaran Covid-19, seiring dengan meningkatnya kasus yang terkonfirmasi positif dan pasien yang meninggal karena terpapar Virus Corona.

 

“Pada awal Desember ini Kabupaten Jember berada di zona merah Covid-19, dengan rincian kasus terkonfirmasi 2.482 orang, pasien sembuh 1.830 orang, dan pasien meninggal 117 orang.” Kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Jember, Gatot Tryono dalam rilis melalui zoom meeting di Jember, Selasa 1 Desember lalu. (antaranews.com)

 

Rumah sakit mulai penuh

Bahkan Jember sendiri termasuk 4 wilayah di Jawa Timur yang kini ditetapkan sebagai zona merah persebaran Covid-19. Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember menambahkan, kondisi ini diperparah dengan terus menipisnya kuota ruang perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jember. Dari 11 rumah sakit yang disiapkan, terdapat 5 rumah sakit yang telah penuh pasien Covid-19. Satgas Covid-19 Kabupaten Jember pun menyiapkan sejumlah lokasi untuk menampung pasien baru.

 

Renungan bagi orang beriman

Wahai saudaraku, begitulah keadaan di luaran sana. Pandemi mengancam jiwa mereka dalam keadaan sebagian besar masyarakat abai dan lalai dari sebab-sebab yang dapat menghindarkan dari penyakit ini, biidznillah.

 

Bahkan, bukan hanya orang awam saja yang terkena penyakit ini. Salah seorang ikhwah di Jember (kota kita), telah dinyatakan positif Covid-19, semoga Allah segera menyembuhkannya. Tentu kita tak merasa aman dari ujian-Nya.

 

Bersyukur tinggal di Ma’had

 

Suatu hal yang patut disyukuri dengan masih beradanya kita di dalam mahad saat ini, yaitu biidznillah Allah masih selamatkan kita dari Covid-19. Alhamdulillah di sini kita dibimbing dan dipantau oleh orang-orang yang berjiwa besar. Tak bosan mereka mengingatkan, memerhatikan, dan menegur saat kita lupa atau lalai.

 

Kenyataan bahwa kabupaten kita berada di zona merah tidak lantas membuat ciut harapan mereka untuk terus mempertahankan zona hijau di pondok ini. Tujuan mereka adalah untuk kebaikan santrinya dari ancaman di luar sana, baik ancaman secara lahir ataupun batin.

 

Tawakal dengan menempuh sebab

Namun sekali lagi, apa yang kita terapkan di mahad ini tidak lain hanyalah sebab. Adapun jika Allah berkehendak, tentu semua bisa terjadi. Kita tidak boleh berkeluh kesah dan menentang takdir-Nya. Allah berkata:

 

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

 

“Katakanlah (wahai Muhammad): Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah takdirkan (akan menimpa kami). Dialah Penolong kami, dan hanya kepada-Nya lah kaum mukminin bertawakkal.” (QS. At-Taubah: 51)

 

Semoga apa yang kita amalkan dan perjuangkan di masa pandemi Covid-19 ini dibalas oleh Allah dengan ganjaran yang melimpah ruah. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.