Qismul Lughah al-Arabiyyah Semarakkan Ma’had Kami

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

Sepintas Qismul Lughah al-Arabiyyah

Namanya santri, mesti harus identik dengan bahasa Arab. Karena, santri adalah para penyelam pendidikan agama Islam, dan agama Islam tak bisa dipisahkan jauh dari bahasa Arab.

Kehidupan para santri tak boleh terlepaskan dari bahasa Arab. Menulis dengan bahasa Arab, membaca tulisan Arab, berbicara dengan bahasa Arab, dan masih banyak lagi kegiatan mereka yang berkaitan dengan bahasa al-Qur’an ini.

Amat disayangkan ketika para santri (khususnya di ma’had-ma’had ahlus-sunnah) merasa asing dengan pembiasaan diri bercakap menggunakan bahasa Arab di kehidupan sehari-hari. Padahal hal ini sangat penting untuk pembekalan mereka di masa depan nanti. Terlepas bahwa syari’at agama Islam memang menghasung untuk hal itu.

Menilik beberapa latar belakang di atas, Qismul Lughah al-Arabiyah (Divisi Geliat Bahasa Arab) di ma’had kami berjuang untuk menggelorakan semangat para santri di bidang ini. Dahulu, kegiatan ini sudah berjalan relatif lancar. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya hari ini kebiasaan ini harus diperjuangkan kembali.

 

Apa itu Qismul Lughoh

Qismul Lughah al-Arabiyah (disingkat QILA) adalah salah satu divisi santri di ma’had kami. QILA mengemban tugas khusus untuk menjalankan program dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Arab. Mulai dari program berbicara dengan bahasa Arab, membiasakan diri dengan bahasa Arab, hingga edukasi-edukasi dengan bahasa Arab.

Divisi ini sudah ada sejak dahulu kala, dan terus memunculkan generasi baru di setiap tahunnya. Berganti tahun ajaran, berganti pula anggota QILA ke angkatan berikutnya. Hanya saja beberapa waktu terakhir ini sempat tak tercium aromanya. Walhamdulillah, sekarang namanya kembali harum di kalangan santri.


Baca Juga: Giat Ekstra Santri, Latihan Pidato Berbahasa Arab


Bagaimana Mendongkrak Semangat Santri

Langkah pertama Qismul Lughah al-Arabiyyah demi mewujudkan hal ini adalah dengan mengadakan muhadharah atau kajian khusus tentang keutamaan bahasa Arab. Di muhadharah ini para santri mendapat pencerahan tentang keutamaan bahasa Arab, urgensinya di tengah umat Islam, juga perhatian kaum salaf terhadap bahasa Arab ini. Harapannya dengan ini para santri akan termotivasi untuk cinta dengan Bahasa Arab, juga bersemangat dalam memepelajari dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Judul atau tema muhadharahnya ialah, عناية السلف باللغة العربية, “Perhatian Salaf Terhadap Bahasa Arab” dengan pembicara al-Ustadz Abu Muhammad Musa hafizahullah.

Dalam acara muhadharah inilah Qismul Lughah al-Arabiyyah begitu pula para santri menuai pelajaran tentang banyak hal.

 

Persiapan Muhadharah

Muhadharah ini jatuh pada hari Ahad tanggal 29 Jumadal Ula 1443 H, bertepatan dengan tanggal 2 Januari 2022 M. Untuk mempersiapkan agenda ini, jauh-jauh hari sebelumnya QILA telah melakukan banyak rapat persiapan. Terhitung ada enam kali pertemuan rapat dengan rata-rata durasi 3-4 jam.

Walhamdulillah, berkat dukungan dan motivasi dari kakak-kakak kelas (senior) di bidang ini, juga para mudarrisin yang ikut serta dalam menyumbangkan saran dan masukan, seluruh rangkaian rapat bisa berjalan dengan baik.

Akhirnya tersusunlah program kerja dan kegiatan Qismul Lughah al-Arabiyyah secara rapi dan terstruktur. Termasuk untuk muhadharah kali itu. Walhamdulillah, pentingnya musyawarah dan koordinasi antar anggota dalam sebuah tim dan dampaknya yang sangat baik, dapat mereka rasakan setelah menjalaninya.

 

Poster Muhadharah

Di ma’had kami, seluruh kegiatan formal maupun non formal yang keluar dari agenda tetap, akan dipublikasikan melalui poster-poster. Divisi Takhasus Desain-lah yang menangani semua pembuatan desain poster itu. Kebetulan, salah satu senior QILA adalah salah satu anggota Takhasus Desain. Dialah yang bertugas membuat poster muhadharah kali itu.

Di tengah tugasnya yang menumpuk, ia masih mau meluangkan waktunya demi kelancaran acara tersebut. Tak hanya itu, beliau juga mengajari salah satu anggota QILA angkatan tahun ini terkait cara pembuatannya.

Namanya hasil buatan manusia, tak lepas dari cacat dan cela. Ketika melalui tahap koreksi, terdapat beberapa kesalahan di sana yang membutuhkan pembenahan dan pelurusan. Di saat hendak membenahi, ternyata file mentahan untuk memperbaiki poster yang sudah jadi itu tidak dapat terakses. Entah apa masalahnya, yang jelas hal itu memaksa senior QILA merancang kembali desain tersebut dari awal.

Tanpa berkeluh kesah dan memaki, dia segera mendesain ulang poster muhadharah yang langsung jadi di hari itu juga.

Qismul Lughah al-Arabiyyah

Berlangsungnya Muhadharah

Tepat pukul 20.00 WIB pada hari yang dijanjikan, QILA telah selesai menyiapkan meja dengan rapi, recorder perakaman, tissue dan segelas air segar, serta beberapa perangkat muhadharah lainnya.

Lima belas menit kemudian, moderator dari anggota QILA mulai memberikan kata sambutan dengan bahasa Arab, meski terbata-bata. Sesi ini hanya berlangsung selama lima belas menit, untuk kemudian moderator asal Jogja itu mempersilahkan kepada ust. Abu Muhammad Musa hafizahullah agar segera menyampaikan meteri.

 

Sesi Muhadharah

Materi muhadharah dari al-Ustadz Musa hafizhahullah benar-benar bagus dan berbobot. Beliau memulainya dengan penyebutan bahwa bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an yang dengannya Allah Taala memahamkannya kepada manusia. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang mudah dan gampang dimengerti. Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)


Artikel Kami: Bolehkah Berdoa dengan Selain Bahasa Arab Ketika Shalat?


Faedah berbicara dengan Bahasa Arab

Setelah itu beliau menyampaikan bahwa bahasa Arab adalah termasuk syi’ar Islam yang dengannya umat Islam akan terbedakan dari umat-umat yang lain. Barangsiapa yang meninggikan syi’ar Islam, berarti dia telah bertakwa kepada Allah.

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Termasuk dari keutamaan bahasa Arab pula, bahwa dahulu para salaf memilki perhatian khusus terhadap bahasa Arab ini. Sampai-sampai ada di antara sahabat yang memukul anaknya ketika anaknya keliru melafalkan bahasa Arab.

Qismul Lughah al-Arabiyyah

Di antaranya juga, bahwa lingkungan yang terbiasa dengan bahasa Arab akan lebih terasa nuansa Islaminya. Bahkan berbicara dengan bahasa Arab dapat menambah kepintaran dan ketakwaan, sebagaimana kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

Terakhir, beliau memberi tips dan saran agar bisa terlatih dan terbiasa dengan Bahasa Arab, yaitu dengan menghidupkan suasananya di lingkungan kita. Apabila hal itu sudah tercapai, kita tidak akan malu dan sungkan menggunakan bahasa Arab, meski terbata-bata. Dan dengan itulah kita akan mahir dalam berbahasa Arab biidznillah.

‘Jadilah seperti anak kecil!’ kata beliau, ‘Yang tidak takut salah berbicara dengan bahasa asing. Dengan itulah lidah kita akan terbiasa.’

 

30 menit berlalu, selanjutnya adalah sesi penjabaran program-program QILA kepada seluruh santri. Juga tujuan dan latar belakang tim ini, serta visi-misi mereka. Harapannya semua santri dapat sepakat satu kata dalam menjalankan program ini, dan satu tujuan dalam mengejar taret-targetnya.

Termasuk yang mereka sampaikan ialah, pengumuman bahwa program utama QILA, yaitu Takallum bil Lughah al-‘Arabiyyah (berbicara dengan bahasa Arab), yang akan berjalan kembali mulai esok harinya.

Dengan pengumuman inilah acara malam itu rampung. Semuanya berjalan lancar dan baik, walhamdulillah. Semoga selancar itu pula jalannya program-program yang mereka rencanakan di malam itu. Amin.

 

Penutup

Demikianlah gambaran singkat tentang muhadharah QILA yang bertujuan menyulut kembali api semangat para santri dalam menerapkan bahasa Arab di keseharian mereka. Dalam acara itu terdapat banyak sekali pelajaran, terutama untuk QILA itu sendiri, dan untuk para santri semuanya.

Semoga bermanfaat, amin.

 

Penulis: Abdullah al-Atsari Jogja, Takhasus

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.