Sinergi Pemerintah dengan PP Minhajul Atsar

 

Kondisi global terkait Covid-19 nampaknya masih menunjukkan peningkatan kasus. Dalam beberapa hari ini, Indonesia dikejutkan dengan angka penambahan yang mencengangkan. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan perlindungan. Ini semua sebagai teguran bagi kita, para hamba yang lemah, untuk selalu berdoa dan memohon keselamatan kepada-Nya. Agar kita selalu tunduk dan meninggalkan sebab-sebab murka-Nya.

 

Di samping itu, kondisi tersebut sebagai teguran kepada kita agar terus meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan. Ya, sebagai langkah antisipatif dan ikhtiar hendaknya kita selalu melakukan imbauan pemerintah, terkhusus 3M; memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Terkhusus di lingkungan pesantren, pelaksanaan protokol kesehatan harus lebih diperhatikan. Sebab, pesantren merupakan komunitas besar yang populasinya berkumpul selama 24 jam secara intens. Oleh karenanya, pelaksanaan protokol kesehatan di pesantren harus benar-benar disiplin dan ketat.

Dengan izin Allah semata, pesantren Minhajul Atsar Jember (PP As Salafy), dengan segala kekurangan yang ada, berusaha untuk merealisasikan imbauan pemerintah ini. “Memakai masker bagi kami ada nilai ibadahnya,” papar asatidzah di pesantren ini dalam berbagai kesempatan. “Di samping sebagai bentuk tawakal kepada Allah, dan ini adalah ibadah, memakai masker juga merupakan ibadah dari sisi menaati imbauan pemerintah.”

 

 

Kontrol dan edukasi secara rutin adalah salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan protokol. Memulai itu berat, akan tetapi mempertahankan merupakan hal yang lebih berat. “Istikamah dalam melaksanakan protokol kesehatan. Ini kuncinya,” tutur salah satu petugas Dinkes Kab. Jember saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi di pesantren Minhajul Atsar pada Senin (05/10).

Alhamdulillah, berkat taufik dan pertolongan Allah semata, kemudian kerja keras semua komponen pesantren, berikut bimbingan pemerintah, pesantren Minhajul Atsar Jember selalu berusaha melaksanakan segenap protikol tersebut. Tidak itu saja, lingkungan pemukiman warga yang bersebelahan langsung dengan pesantren mendapatkan apresiasi yang bagus dari pemerintah. Walillahil-hamdu wal-Minnah. Ini adalah amanah besar dan tanggung jawab yang harus terus diperjuangkan.

Atas dasar itu pula, pada hari Senin (30/11) Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kab. Jember kembali melakukan peninjauan pelaksanaan protokol kesehatan selama AKB di pesantren Minhajul Atsar Jember. Satgas Penanganan Covid-19 Kab. Jember didampingi oleh Muspika Kecamatan Sumbersari dan pejabat kelurahan Kranjingan sekaligus Puskesmas Gladak Pakem.

Hadir dalam kunjungan tersebut Tim Satgas Kab. Jember yang terdiri dari Kapten (inf) Hendro Nurdin Saiful (Pasi Ops Kodim 0824 Jember), Rahman Subagyo (Kasi Pencegahan BPBD Jember), Bagus (Kanit PTI Satpol PP Jember). Berikut didampingi oleh pejabat Muspika Sumbersari dan Kelurahan Kranjingan; Kapten Cba Sardi (Danramil Sumbersari), Iptu Brisan Iman Nulla L (Kanit Intel Polsek Sumbersari), Hariyanto (Staf Polsek Sumbersari), Jurpriyanto (Babinsa Koramil Kelurahan Kranjingan, Sumbersari), Catur Lambang H. (LPMK Kelurahan Kranjingan), Anang Hidayat (Perwakilan Puskesmas Unit Gladak Pakem), dll.

Kesan yang disampaikan oleh Bapak Rahman Subagyo, mewakili Satgas Penanganan Covid-19 Kab. Jember antara lain, “Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di pondok pesantren yang seharusnya adalah seperti yang diterapkan di Ponpes Minhajul Atsar Jember. Penerapan  Protokol Kesehatan  di Ponpes Minhajul Atsar adalah yang  terlengkap.  Bukan hanya memakai masker, menjaga jarak, CTPS beserta sarananya, tapi juga  telah ada, disinfeksi barang-barang dan pensterillan sayur mayur di mlijo. Ponpes Minhajul Atsar Jember bisa menyediakan kebutuhan rumah tangga untuk warganya, sehingga warganya tidak perlu keluar masuk.”

 

Beliau juga melanjutkan, “Atas nama Pemerintah dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, mengucapkan terima kasih dan apresiasi  kepada Ponpes Minhajul Atsar Jember yang telah menjalankan program AKB di pesantren dengan baik. Kami juga memohon doa dan dukungan agar Tim Satgas  Penanganan Covid-19  Kabupaten Jember diberi kekuatan dan ketabahan dalam menjalankan tugas. Harapan kami kepada pondok pesantren dan para ustadz/kyai agar memberikan contoh kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Program yang dilaksanakan di Ponpes Minhajul Atsar Jember ini akan kami sebarkan ke ponpes-ponpes lain, agar bisa dicontoh.”

Kunjungan tersebut berjalan penuh keakraban dan persaudaraan. Ini merupakan contoh sinergi antara pesantren dengan pemerintah. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua dan segera mengangkat wabah ini. Amiin.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.