Sunnah-Sunnah Salat yang Berbentuk Ucapan

 

Oleh Muhammad Hafizh Furqan, Takmili

 

Selain syarat, rukun, dan kewajiban salat, di sana terdapat sunnah-sunnah salat. Dan itu terbagi menjadi dua: Sunnah-sunnah yang berbentuk ucapan dan sunnah-sunnah yang bentukya adalah perbuatan.

Pada kesempatan ini, kami ingin mengulas seputar sunnah-sunnah yang berbentuk ucapan. Urutannya sebagai berikut.

 

Doa Istiftah

  1. Doa istiftah, doa tersebut diucapkan setelah takbiratul ihrsm, sebelum membaca surat al-Fatihah. Bunyinya sebagai berikut.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

“Maha suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu, Maha Mulia nama-Mu dan maha tinggi kemuliaan-Mu dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (HR. Ahmad no. 11657)

Atau selainnya dari doa-doa sahih yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Taawuz dan Basmalah

  1. Membaca ta’awwudz dan basmalah sebelum membaca surat, sebagaimana firman Allah Taala:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabila kamu membaca al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Dan yang tampak dari ayat ini menunjukkan wajibnya membaca ta’awwudz sebelum mebaca al-Quran di dalam salat maupun di selain salat.

Adapun membaca basmalah dalilnya adalah hadis Nu’aim bin Mujmir beliau mengatakan:

صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَرَأَ: {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الفاتحة: 1]، ثُمَّ قَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ“” الحديث, وفي اخره قال أبو هريرة: “وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ“.

“Sungguh aku salat di belakang Abu Hurairah kemudian beliau membaca: Bismillahir rahmanir rahim…” Sampai akhir hadis. Di akhirnya Abu Hurairah berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya akulah yang paling menyerupai salat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di antara kalian.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Hibban, Imam Bukhari meriwayatkannya secara mu’allaq. Ibnu Hajar berkata, “Inilah hadis yang paling sahih tentang menjahrkan basmalah).

Namun, pendapat yang paling benar dalam hal ini adalah, bahwa ta’awudz dan basmalah dibaca secara sirr (lirih) dan tidak dikeraskan.

 

Ucapan Amin

  1. Mengucapkan ‘amin’, yang maknanya: Kabulkanlah wahai Rabb. Sebagaimana telah tetap dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِذَا قَالَ الْإِمَامُ: {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} [الفاتحة: 7] ، فَقُولُوا: آمِينَ، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَقُولُ: آمِينَ، وَإِنَّ الْإِمَامَ يَقُولُ: آمِينَ، فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila imam mengucapkan: ‘ghairil maghdhubi ‘alaihim wa la dhaallin.’ Maka ucapkanlah, ‘Amin.’

Sesungguhnya malaikat mengucapkan amin, imam juga mengucapkan amin. Maka barangsiapa yang ucapan aminnya itu berbarengan dengan para malaikat, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Ahmad dan An-Nasai)

 

Bacaan Setelah al-Fatihah

  1. Membaca surat setelah al-Fatihah. Hal ini sebagaimana kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajari salah seorang sahabat tentang tata cara salat yang benar, kata beliau:

ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ

“Kemudian bacalah ayat Alquran yang mudah bagimu.” (Muttafaqun alaihi)

 

Mengeraskan Bacaan al-Fatihah dan Ayat yang Dibaca Setelahnya

  1. Mengeraskan suara ketika salat subuh, salat maghrib, dan salat isya pada dua rakaat pertamanya. Juga pada salat jumat, dua salat id, salat istisqa’, dan salat gerhana. Adapun pada selainnya, maka tidak dikeraskan.
    Sedangkan pada salat sunnah, tidak dikeraskan apabila di siang hari. Adapun di malam hari, dia mengambil pertengahan antara bersuara dan tidak bersuara. Sebagaimana firman Allah Taala:

وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلا

“Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya. Tapi carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. al-Isra’: 110)

 

Doa Ketika Iktidal

  1. Ucapan:

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

“Wahai Rabb kami, bagi-Mu pujian yang sangat banyak, baik, dan penuh berkah.” (HR. Bukhari no. 799)

 

Mengulangi Bacaan Doa Rukuk, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud

  1. Doa yang dibaca ketika rukuk, sujud, dan antara dua sujud ketika dibaca lebih dari sekali maka hukukmnya adalah sunnah. Pada hadis Said bin Jubair dari Anas radhiallahu ‘anhu beliau mengatakan:

مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَحَدٍ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَشْبَهَ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذَا الْفَتَى يَعْنِي عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ: «فَحَزَرْنَا فِي رُكُوعِهِ عَشْرَ تَسْبِيحَاتٍ، وَفِي سُجُودِهِ عَشْرَ تَسْبِيحَاتٍ».

“Tidaklah aku salat di belakang seorang setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang paling mirip salatnya dengan beliau daripada pemuda ini –yaitu: Umar bin Abdul Aziz-. Kemudian beliau berkata, ‘Kami mengira-ngira (dia membaca) pada rukuknya sepuluh tasbih dan pada sujudnya juga sepuluh tasbih.” (HR. Abu Dawud)

 

Doa Sebelum Salam

  1. Membaca doa setelah tasyahud akhir sebelum salam dengan doa berikut.

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesunguhnya aku berlindung kepada-Mu dari neraka jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah al-Masih ad-Dajjal.” (HR. Muslim)

Akhir Kata

Demikianlah sekilas tentang sunnah-sunnah dalam salat, mudah-mudahan yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita amalkan di kehidupan kita. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.