Renungan, Mengingat Kematian

 

Oleh Umar Abdul Aziz Ponorogo, Takhasus

 

Renungan, Mengingat Kematian

Wahai saudaraku…

Jangan lupakan dia! Dia memang bukan sosok yang kita cintai, bukan pula sosok sahabat yang setia menemani, namun dialah kepastian yang akan kita temui, dialah kematian yang siap menghampiri. Kedatangannya tidak bisa kita tebak, kapan dan di mana. Maka perbanyaklah mengingatnya..! Perbanyaklah mengingat kematian.

Demikianlah rumus perjalanan bani Adam, tak ada yang mampu untuk memahami dan menerawang kapan datangnya kematian, jutaan manusia telah membuktikannya.

 

Allah Taala berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

Tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan ia usahakan besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Luqman: 34)

Ingatlah nasihat baginda Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kenikmatan, (yakni kematian).” (HR. Ibnu Majah)


Baca Juga: Berjalan Menuju Kematian


Cepatnya Perjalanan Waktu

Wahai saudaraku…

Renungilah betapa cepatnya waktu ini bergulir dan berlalu meninggalkan kita. Tak terasa, hari demi hari silih berganti, bulan dan tahun telah terlewati. Yang kemarin tak bisa terulang kembali, adapun sekarang adalah sebuah kesempatan tuk berbuat kebajikan. Adapun nanti, entahlah apakah mata ini bisa menatap ke langit dunia untuk kesekian kali ataukah akan terpejam untuk selamanya.

 

Sudahkah Kita Menyiapkan Bekal Amalan?

Selama kita hidup di dunia ini, amalan apakah yang telah kita siapkan tuk hari nanti, di saat kita berdiri menghadap kepada Sang Ilahi. Bagaimana nasib kita di hari akhir, tatkala Allah meminta untuk mempertanggung jawabkan semua amal perbuatan kita selama di dunia.

Sudah siapkah kita atas itu semua? Sudah siapkah kita untuk dijemput oleh kematian?

 

Sejenak, Luangkan Waktumu Tuk Mengingatnya

Wahai saudaraku…

Setiap canda dan tawa yang turut mewarnai, sudahkah kita meluangkan waktu untuk merenung akan cepatnya kehidupan ini, waktu yang terus mengalir selalu mengantarkan kita untuk menjemput takdir. Maka marilah kita berpikir dan merenung tentang umur kita yang tak akan lama lagi. Akankah kita terus-menerus dalam kemaksiatan kepada Sang Ilahi?!
Ingatlah! Kematian tak hanya menghampiri orang-orang yang sudah lemah di pembaringan rumah sakit, namun dia adalah sebuah misteri yang tak ada satu pun jiwa yang mengetahui.

Wahai saudaraku…

Ajal tidak mengenal waktu dan umur. Tinggallah kita, apakah kita akan menghabiskan sisa-sisa umur kita dalam ketaatan ataukah terus-menerus dalam kemaksiatan. Bukankah Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia perbuat (untuk mempersiapkan) hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)


Artikel Kami: Bacalah! Mau Ke Mana Negeriku…


Mengintrospeksi Diri dari Ayat Di Atas

Cukuplah ayat di atas sebagai bahan introspeksi diri. Jikalau ada kebaikan dan amal saleh yang kita lalui saat ini, maka tingkatkanlah dan berdoalah agar Allah mengaruniakan kepada kita keistikamahan.

Sebaliknya, jikalau ada dosa yang menghiasi hari-hari kita selama ini, maka sadarlah dan segeralah bertaubat kepada Allah. Segera, jangan sekali-kali menunda, karena kita semua tidak mengetahui kapan ajal kita datang menjemput.

 

Waktunya Berbuat

Wahai saudaraku.. Ingatlah selalu renungan tentang mengingat kematian ini.

Umur kita di dunia ini bagaikan air hujan yang mengguyur, sederas apapun ia pasti akan berakhir. Maka dari itu ingatlah pesan saudaramu ini;

Kawanku seiman, ambillah pelajaran dari setiap kejadian, ambillah bagianmu dari perbekalan. Harta dan tahtamu akan engkau tinggalkan, selanjutnya amalanmulah yang akan dipertanggungjawabkan.

 

Jauhilah dosa dan kemaksiatan, karena itu justru menambahkan dosa dan beban, hiasi hari-harimu dengan pengorbanan dan perjuangan, upaya untuk menjadi insan yang berhias dengan ketakwaan. Membaca al-Qur’an jangan engkau tinggalkan, zikir pagi dan petang jangan engkau palingkan.

Berbakti kepada kedua orang tua, terus engkau tingkatkan dan ingatlah selalu bahwa kematian adalah sebuah kepastian.

صاَحِ شَمِّرْ وَلَا تَزَلْ ذَاكِرَ المَوتِ فَنِسْيَانُهُ ضَلَالٌ مُبِينُ

Wahai sahabatku,

Bersungguh-sungguhlah dalam beramal dan teruslah mengingat kematian…

Karena melupakannya merupakan kesesatan yang nyata…

 

Wallahu a’lam bis shawab…

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Rab 16 Jumadil akhir 1443H

    […] Baca Juga: Renungan Mengingat Kematian […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.