Tausiyah Santri, Menyambut Idul Adha Tahun Ini

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

Pagi ini, seusai shalat subuh hari Jumat 2 Juli 2021. Seharusnya kegiatan kami thullab takhasus adalah, mendengarkan muhadharah dari dua santri kelas tiga dan dua di masjid.

Namun sebelum subuh tadi, di papan tulis kantor takhasus tertulis sebuah pengumuman, bahwa muhadharah diganti dengan kegiatan tausiyah bersama al-Ustadz Arif hafizhullahu Ta’ala.

Tepat pada waktunya, pukul 05.00, para santri takhasus mulai berdatangan. Meja ustadz telah tersusun, sementara para santri tahfizh melakukan kegiatannya masing-masing. Di pagi hari libur yang cerah ini, sebagian mereka sudah meramaikan lapangan dengan permainan badminton. Dua net terpasang di sana. Sebagiannya lagi melakukan kerja bakti kamar. Dan ada pula yang menjalankan rutinitas mingguannya, menjemur bantal dan kasur di lantai tiga masjid.

 

Mulai Tausiyah

Lantai masjid terasa dingin, makanya sebagian santri menghadiri tausiyah dengan beralaskan sajadah yang terlipat dua.

Tausiyah ini dimulai dengan pembukaan bersama al-Ustadz Abu Abdillah Majdi hafizhahullahu Ta’ala. Sementara al-Ustadz Arif masih melakukan shalat sunnah tahiyyatul masjid.

Selesai shalat sunnah, beliau segera duduk di kursi yang telah tersedia. Memulai tausiyahnya dengan basmalah dan khutbatul hajah. Para santri yang memenuhi masjid bagian depan dan tengah, mendengarkannya dengan antusias.

 

Ternyata pembahasan tausiyah ini adalah motivasi, untuk menyambut datangnya Idul Adha tahun ini.

“Bahwa sebentar lagi akan datang sebuah hari yang besar, hari umat Islam. Yaitu hari raya Idul Adha…” Beliau memulai tausiyahnya, sementara suara raket terdengar dari lapangan depan masjid. Namun, hal itu tidak mengganggu konsentrasi thullab takhassus dalam mendengarkan tausiyah.

“… Setelah kepergian sebuah bulan Ramadhan …” Seorang santri takhasus mengantarkan cairan hand sanitizer. Beliau pun menyemprotkannya di tangan sambil terus melanjutkan tausiyah.

“Bulan yang sangat agung, bulan yang sangat besar, kita tinggalkan.” Santri takhasus lain, anggota Tim Tamu mengantarkan air minum beserta tisu, dan meletakkannya di atas meja.

“Yang tidak ada seorang muslim dan mukmin pun, kecuali dia akan sedih dengan perginya bulan tersebut.” Terus tausiyah berlanjut sampai masuk pada inti pembahasan.

 

Motivasi Untuk Berkurban

Di awal-awal tausiyah, al-Ustadz Arif memberikan nasehat untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan, dan bersegera melakukannya. “Termasuk ibadah yang besar yang akan datang sebentar lagi, menghampiri kira, yaitu hari-hari Idul Adha.”

Lalu kemudian beliau menghasung kami para santri, untuk turut meramaikan syiar Allah yang satu ini. Yaitu dengan ikut serta menyembelih hewan kurban, bagi yang berkemampuan. Tak lupa beliau menyebutkan keutamaan-keutamaanya. Baik keutamaan yang berkaitan dengan hubungan kita kepada Allah, bahwa menyembelih hewan kurban termasuk kebaikan.

{وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ}

“Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat).” (QS. Al-Hajj: 36)

 

Maupun yang berkaitan dengan hubungan sosial kemasyarakatan. Kata Allah:

{فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ}

Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (QS. Al-Hajj: 36)

Dan masih banyak keutamaan lainnya.

 

Alhamdulillah, hasil kurban di ma’had ini juga dibagikan kepada warga sekitar. Sebagai upaya melembutkan hati mereka untuk menerima dakwah ini. Bahkan dibagikan pula kepada instansi-instansi pemerintah, agar mereka memahami bahwa dakwah salafiyah bukanlah terorisme.

 

Setiap Sakan Takhasus Menyumbang Satu Sapi

Tausiyah ini kemudian ditutup kembali oleh al-Ustadz Abu Abdillah Majdi, dengan menambahkan beberapa poin motivasi. Di antaranya beliau menyampaikan kisah seorang ikhwah, pada lebaran haji tahun lalu beliau menuturkan, “Alhamdulillah tadz, ada hikmahnya pandemi ini. Ana nggak pulang dan nggak mudik. Biasanya kalo mudik, jalan-jalan dan sebagainya menghabiskan jutaan rupiah. Tapi tahun ini alhamdulillah ana bisa menabung untuk menyembelih hewan kurban.”

Ikhwan tadi, tahun lalu beliau menyembelih kambing. Dan pada tahun ini, beliau sudah mendaftar dalam musahamah kurban sapi. Sapinya pun bukan sapi yang biasa, tapi insya Allah yang bagus.

 

“Mereka ikhwan-ikhwan yang juga punya tanggungan, berusaha untuk menyambut seruan syariat ini. Maka kami juga mengajak kepada seluruh thullab, untuk demikian juga menyambut syiar Islam, yang harapannya dengan itu kita bisa mendapat keutamaan yang telah disebutkan.” Kata-kata Ustadz Abu Abdillah Majdi terus memberikan motivasi.

“Syukur-syukur misalnya kamar 1 (thullab takhasus yang tinggal di sakan 1), satu sapi sendiri. Kamar 2 satu sapi, kamar 3 satu sapi, kamar 4 satu sapi. Kamar 5 dua sapi, karena kamar 5 yang paling tua. Kemudian kamar atas juga demikian, kamar 8 juga demikian. Sehingga dari takhasus ada minimal 10 sapi, Insya Allah. Belum yang di takmili, Insya Allah nanti ada 3 sapi dari sana.” Kata beliau optimis dan berharap, supaya menjadi motivasi bagi santri.

 

Dengan Kurban Ini, Semoga Wabah Diangkat dari Negeri Ini

“Alhamdulillah, sampai pagi hari ini (yaitu sekitar H-20 dari Idul Adha), sapi yang terdaftar untuk disembelih di ma’had ini sudah tujuh ekor. Dan tercatat pula ada sekitar 60 ekor kambing yang telah terdaftar di panitia kurban. Semoga jumlah ini terus bertambah pesat, sebagaimana penambahan kasus Covid yang terus melonjak naik.” Demikian sang ustadz mulai menutup tausiyah pagi ini.

Sebagian santri mengangguk-angguk, mungkin ia termotivasi dengan perkataan sang ustadz. Sebagiannya lagi tersenyum ringan saat sang ustadz menyampaikan harapan-harapan, mungkin itu adalah tanda ia mengamininya.

Semoga Allah memudahkan segala urusan kita, menerima kurban-kurban kita. Dan semoga dengan amal saleh ini, Allah segera mengangkat wabah yang menimpa negeri ini, Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.