Tips Hidup Bahagia (Seri-5)

 

Oleh Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah

 

Salah satu cara yang paling efektif dalam menghilangkan kesedihan saat musibah menimpa seseorang adalah berusaha meminimalisirnya dengan cara menimbang kemungkinan yang paling jelek yang ia akan lewati. Setelah itu ia siapkan jiwanya dalam menghadapi semua itu. Apabila ia telah melakukan hal itu, maka seyogiyanya ia berusaha meminimalisir hal yang mungkin terjadi.

Dengan persiapan dan usaha yang bermanfaat inilah akan lenyap kesedihan dan kegundahannya. Dan yang akan menggantikannya adalah berusaha menggapai sesuatu yang bermanfaat serta menghilangkan bahaya yang dihadapi oleh hamba.

Apabia telah terjadi penyebab munculnya rasa takut, sakit, miskin, atau hilang berbagai hal yang ia cintai, maka hadapilah semua itu dengan sikap tenang dan persiapan diri. Karena menyiapkan jiwa dalam memikul musibah akan dapat meringankan dan tidak membuatnya berat, terkhusus pada saat ia berusaha dalam menghilangkan musibahnya sebatas yang ia bisa.

Maka setelah itu, terkumpulah pada dirinya kesiapan jiwa dalam menghadapi musibah dan juga usaha bermanfaat yang memalingkannya dari berpikir akan musibah yang mengusiknya. Ia sungguhkan jiwanya dalam memperbarui kekuatan untuk melawan musibah dan senantiasa bersandar kepada Allah serta percaya kepada-Nya.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa cara ini memiliki pengaruh yang besar dalam meraih kebahagiaan dan kelapangan dada. Terlebih semua itu ia barengi dengan rasa harap akan balasan di dunia dan akhirat. Semua realita ini telah disaksikan dan telah dialami, dan sudah sering dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya.

Obat terampuh dalam mengatasi berbagai penyakit hati yang mengerikan dan juga penyakit tubuh adalah kokohnya hati dalam menolak berbagai  khayalan-khayalan yang muncul dari pikiran negatif yang membuatnya gelisah.

Seseorang, bila muncul pada dirinya berbagai khayalan, kemudian muncul dalam hatinya rasa takut berupa penyakit dan lainnya, muncul juga rasa emosi serta kacaunya pikiran dan berbagai hal yang menyedihkan, atau muncul rasa takut akan terjadinya musibah dan hilangnya sesuatu yang ia cintai. Maka sungguh semua itu akan membuatnya sedih, galau,  menimbulkan penyakit hati dan tubuh, dan akan menegangkan urat syaraf. Dan dampak dari ini semua sangatlah buruk sebagaimana telah disaksikan oleh banyak orang.

Setiap kali seseorang menyandarkan hatinya kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, tidak tunduk kepada khayalan-khayalan,  tidak dikuasai oleh perasangaka-perasangka buruk, dan percaya terhadap janji-janji Allah serta keutamaan-keutamaan-Nya, maka akan hilanglah berbagai kesedihan dan kegundahan, akan sembuh berbagai penyakit badan dan hati. Setelah itu hati akan mendapatkan kekuatannya dan kesenagannya sampai-sampai tidak dapat diungkapkan lagi.

Batapa banyak rumah sakit yang dipenuhi oleh orang-orang yang terkena penaykit jiwa. Dan betapa banyak penyakit ini menimpa orang-orang yang kuat tubuhnya. Terlebih orang-orang yang lemah. Betapa banyak orang yang suka mengkhayal membuatnya menjadi gila lagi dungu. Maka sungguh orang yang selamat adalah orang yang Allah berikan keselamamatan dan taufik untuk bersungguh-sungguh mendapatkan sebab-sebab yang bermanfaaat, yang dapat menguatkan hati dan menyembuhkan penyaki setresnya. Allahl mengatakan di dalam ayat-Nya,

 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”

Maknanya ialah Allah akan memberikan kecukupan kepadanya dari sesuatu yang membuatnya gelisah, baik dalam urusan agama maupun akherat.

Seseorang yang bertawakkal kepada Allah maka hatinya akan kokoh, tidak terpengaruh dengan berbagai pikiran negatif dan tidak mudah sedih terhadap berbagai kejadian yang memilukan. Karena dia paham bahwa hal tersebut akan melemahkan jiwanya, membuatnya takut serta khawatir, yang semua itu tidak ada hakekatnya.

Seseorang paham bahwa Allah telah menjamin kecukupan bagi siapa saja yang bertawakkal kepada-Nya. Dengan ini semua dia percaya kepada Allah dan merasakan ketenteraman dengan janji-Nya. Hilanglah kesedihan dan kegalauannya.

Kesulitan berubah menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kebahagiaan, dan rasa takut menjadi keamanan. Kita memohon kepada Allah keselamatan dan keutamaan-Nya, dengan dikaruniai kekuatan hati dan kekohannya berupa tawakkal yang sempurna    -yang Allah jamin pelakunya dengan berbagai kebaikan- dan dengan hilangnya berbagai musibah dan kesulitan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.