7 fakta KBM selama pandemi

 

Oleh Habib Bali Takhasus

 

Pembaca yang semoga Allah rahmati, pada kesempatan kali ini, kami akan merangkum beberapa fakta di Ma’had Minhajul Atsar yang berkaitan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Beberapa fakta tersebut adalah:

 

Fakta pertama

Sebagai santri, pasti sering duduk. Ya, karena kegiatan santri seperti menulis, muraja’ah, merangkum, dan sebagainya dilakukan dengan duduk. Untuk santri lembaga Takhasus, tercatat dalam sehari setidaknya mereka duduk selama 330 menit atau setara dengan 5,5 jam. Dengan asumsi, bahwa dalam sehari ada 11 jam pelajaran. Itu belum duduk untuk menyalin, merangkum, bersantai, dan selainnya.

 

Maka seharusnya bagi para santri untuk mengimbangi banyak duduknya dengan berolahraga teratur dan minum air setidaknya sebanyak 2 liter per hari, agar terhindar dari berbagai penyakit, biidznillah.

 

Fakta kedua

Kelas satu lembaga Takhasus dalam seharinya memiliki 10 jam KBM, adapun kelas dua sebanyak 9 jam KBM, kelas tiga sebanyak 11 jam KBM, dan kelas empat sebanyak 8 jam KBM. Capek? Tentu saja, ilmu memang tidak bisa diraih dengan bersantai-santai. Sebagaimana kata Yahya bin Abi Katsir rahimahullah:

لاَ يُسْتَطَاعُ العِلْمُ بِرَاحَةِ الجَسَد

“Ilmu tidak akan diraih dengan jasad yang santai.” (Siyar A’lamin Nubala’)

 

Adapun di lembaga Takmili, mereka memiliki rata-rata 10 jam KBM perhari. Sementara lembaga Tahfizh, dalam seharinya rata-rata mereka memiliki 6 jam KBM untuk al-Quran, dan 2 jam KBM untuk pelajaran diniyah dan umum.

 

Fakta ketiga

Di masa covid, alhamdulillah KBM tetap berjalan dengan lancar dan aman. Karena para pengajarnya telah dikondisikan untuk tinggal di kompleks ma’had yang insyaAllah steril dan bebas Covid-19, sehingga mereka bisa mengajar secara leluasa dengan protokol yang berlaku.

 

Selama pandemi, tercatat di lembaga Tahfizh ada 12 pengajar yang aktif, adapun di lembaga Takmili 15 pengajar, dan Takhasus 9 pengajar. Jumlah ini belum termasuk pengajar dan musyrif dari santri yang mereka tinggal di pondok.

 

Fakta Keempat

Selama masa wabah, dars (pelajaran) santri diusahakan semaksimal mungkin untuk dilakukan di tempat terbuka atau ruangan dengan sirkulasi cahaya dan udara yang cukup, semisal masjid, bangunan kantin lama, halaman maqshaf, halaman asrama, dan lain sebagainya. Ini juga sebagai bentuk upaya untuk melakukan jaga jarak selama KBM.

 

Fakta Kelima

Selama covid-19, lembaga MTA dan MTP juga tetap mengadakan KBM tatap muka yang merupakan salah satu agenda dari Kelompok Belajar dan Bermain (KBB). KBB ini diperuntukkan bagi warga yang tinggal di pemukiman pondok yang telah menjalani karantina mandiri. KBB dilakukan dengan prosedur tetap di tempat terbuka, namun aman covid insyaAllah.

 

Fakta Keenam

Adapun untuk santri MTA dan MTP yang tinggal di luar area Ma’had, KBM dilakukan via online (daring). Semuanya tetap dilakukan di bawah bimbingan para asatidzah. Tercatat ada 9 pengajar yang aktif di lembaga MTA, dan 10 pengajar di MTP.

 

Fakta Ketujuh

Alhamdulillah, KBM di tahun ajaran 2020-2021 telah usai dengan diadakannya serangkaian ujian akhir semester yang berlangsung selama beberapa hari. Untuk santri di luar area pondok yang belajar via online, soal dibagikan dalam bentuk kertas yang telah diberi amplop dan dikelompokkan sesuai kelas dan mata pelajaran, kemudian diambil di Ma’had.

 

Ada juga soal yang dibagikan dalam bentuk file, kemudian dicetak secara mandiri oleh wali santri dan diberikan kepada santri pada saat jam ujian yang telah ditentukan. Tentu semuanya dilakukan dengan tetap memerhatikan prosedur kerahasiaan soal.

 

Demikianlah 7 fakta tentang KBM di masa pandemi, semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.