Kekompakan santri dalam mengisi masa liburan

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

Keseruan demi keseruan terus bersahutan, tantangan demi tantangan lomba terus digalakkan, tak pelak, suara riuh mengisi suasana pondok, sorakan penuh semangat dari para penonton mengundang orang yang tadinya belum tertarik menjadi datang ikut menyaksikan. Belum selesai dari lomba pertama, poster lomba berikutnya sudah mempromosikan kegiatan selanjutnya.

 

Betah di pondok

Di momen-momen seperti ini, ada salah satu wali santri yang bertanya kepada panitia liburan: “Memangnya di pondok ada lomba apa? Anak ana disuruh pulang tapi dia malah betah di pondok.” Dia bilang, “Abi, aku masih ingin di pondok dulu. Nanti tanggal 4 baru pulang, karena di sini ada lomba-lomba seru.”

Di kesempatan lain, ada panitia yang bertanya kepada santri yang rumahnya dekat dengan pondok, “Antum kenapa gak pulang?”

“Ana gak ingin pulang, ngapain pulang? Lebih enak di pondok. Banyak permainan.” Ujarnya.

Memang pada momen lebaran kali ini, santri-santri yang rumahnya dekat dengan pondok diberi kesempatan untuk bertemu orang tua mereka. Menurut informasi yang didapat, mereka diberi kesempatan dari tanggal 01 Syawwal sampai 08 Syawwal. Tapi tak jarang, mereka lebih memilih di pondok saja untuk mengikuti dan menyaksikan perlombaan yang diadakan panitia Sariyah Ma’had Minhajul Atsar Jember.

 

Keseruan perlombaan

MasyaAllah, keseruan dipersaksikan sendiri oleh mereka yang tinggal di pondok. Acara kali ini memang dibuat meriah oleh panitia SARIYAH dengan harapan dapat menghibur para santri yang tinggal di pondok.

Panitia Sariyyah terus bekerja sama dengan tim desain dari thullab Takhosus, setiap kali ada keputusan bulat dari hasil rapat, panitia langsung menghubungi mereka. Biasanya panitia mengadakan rapat pada malam hari, sedangkan tim desain menunggu hasil rapat yang diputuskan. Tak jarang mereka harus istirahat lebih malam demi membuat poster kegiatan yang dicanangkan untuk esok harinya.

 

Tim desain terus memainkan skillnya untuk menggambar, membuat poster setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian kalau sudah selesai editing, poster itu diprint lalu ditempel di tempat-tempat strategis. Begitulah, panitia berusaha menyebarkan ke para santri untuk memberitahu kegiatan yang akan dilombakan melalui edukasi poster. Biasanya tim desain menempel di 4 tempat yang paling banyak dikunjungi. Keempat tempat itu adalah: Mading kantor Takhosus, mading kantor Tahfidz, jendela kamar Ibnu Majah Tahfidz dan papan informasi yang terletak di depan maqshof.

Contoh pamflet karya Tim Takhasus Desain:

 

 

Tetap hangat walau sudah tamat

Saat-saat ini, obrolan-obrolan hangat para santri berkutat pada keseruan mereka saat menjalankan lomba, satu sama lain saling melengkapi. Walaupun acara lomba sudah selesai, tapi kenangan yang terpatri di hati para peserta belum selesai. Rupanya acara yang dibuat oleh panitia Sariyah dapat menghibur mereka, alhamdulillah.

 

Akhir kata

Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan dapat bermanfaat, dan harapannya setelah hari-hari KBM kembali normal dapat menjadi lebih bersemangat dari pada sebelumnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan para panitia untuk terus menulis tentang kegiatan Sariyah ini. Amin

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Rab 14 Dzulhijjah 1443H

    […] Baca Juga: Kekompakan Santri dalam Mengisi Masa Liburan […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.