Abul Yaman al-Hakam bin Nafi’, Mantan Sahaya yang Jadi Ulama

 

Oleh Hannan Majid Purwokerto

 

Merupakan sebuah aib bagi seorang penuntut ilmu agama yang tak mengenal sosok ulama, baik salaf maupun khalaf. Aib besar bagi seorang yang mendalami ilmu agama namun tak mengenal biografi para ulama yang membawa ilmu yang mereka pelajari tersebut. Bagaimana mungkin seorang penuntut ilmu yang berkecimpung dalam berbagai disiplin ilmu, namun sosok-sosok ulama sang pembawa ilmu tidak ia kenal?!

 

Di Setiap Bidang Ada Pakarnya

Dalam berbagai bidang ilmu, di sana ada ahlinya. Dalam ilmu akidah, hadis, fikih, tata bahasa, dan selainnya, semua ada ulama yang menjadi pakarnya. Sebagaimana dalam ilmu dunia pun terdapat ahli dan pakarnya, ilmu kedokteran, pertanian, perdagangan, dan lainnya, semua ada ahli dan pakarnya. Pepatah Arab mengatakan,

لِكُلِّ فَنِّ رِجَالُهُ

“Pada semua bidang, terdapat pakarnya.”

 

Ulama Pakar Hadis

Mempelajari ilmu hadis serta mendalaminya adalah sebuah keutamaan tinggi lagi mulia, seseorang berusaha mempelajari perkataan-perkataan manusia terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, serta menjaganya dengan berusaha menghafal serta mengamalkannya.

Sekali lagi, sebuah keutamaan yang mulia nan tinggi yang selayaknya bagi setiap thalabul ilmi untuk berlomba-lomba dalam mempelajarinya.


Baca Juga: Imam Yahya bin Bukair, Sosok Guru Imam al-Bukhari rahimahullah


Layaknya ilmu yang lain, dalam ilmu hadis pun ada pakar dan ahlinya. Ya, merekalah ulama pakar hadis, dan jumlah mereka sangat banyak, sulit bagi kita untuk menghitungnya, apalagi sampai mengenalnya satu persatu.

Walau banyak jumlah mereka, bagi seorang penuntut ilmu sejati, usaha untuk mengenal mereka adalah sebuah keharusan. Karena aib besar ketika seorang pencari ilmu tak mengenal biografi mereka. Maka mari sedikit demi sedikit kita belajar untuk menghafal dan membaca biografi mereka.

“Ketika antum hendak membaca kitab, jangan luputkan untuk melihat sampul kitab tersebut, karena di sana ada nama penulis, tahun lahir, serta wafatnya. Dari sini, sedikit demi sedikit kita bisa menghafal nama mereka.” Cuplikan nasihat dari Syaikh ‘Arafat hafizhahullah dalam salah satu pelajaran beliau.

 

Biografi Abul Yaman bin Nafi’ rahimahullah

Sosok ulama hadis yang ingin kita kenal di sini ialah Abul Yaman Al-Hakam bin Nafi’ al-Bahrani al-Himshi rahimahullah. Beliau adalah mantan budak dari seorang wanita Bahraniyyah yang kerap dipanggil Ummu Salamah. Lahir di tahun 130 sekian Hijriah dan memulai thalabul ilmi pada tahun 150-an.

 

Guru dan Murid Abul Yaman rahimahullah

Beliau meriwayatkan hadis dari beberapa guru beliau, antara lain:

  1. Shafwan bin Amr
  2. Hariz bin Utsman
  3. Abu Bakr bin Abi Maryam
  4. Syuaib bin Abi Hamzah
  5. Ufair bin Ma’dan
  6. Abu Mahdi Said bin Sinan
  7. Dan selainnya.

 

Adapun murid yang pernah meriwayatkan hadis dari beliau ialah,

  1. Ahmad bin Hanbal
  2. Yahya bin Ma’in
  3. Muhammad bin Yahya
  4. Imran bin Bukkar
  5. Abu Muhammad Ad-Darimi
  6. Abu Hatim
  7. Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari
  8. Utsman Ad-Darimi
  9. Dan selainnya.

 

Periwayatan Abul Yaman dari Syu’aib bin Abu Hamzah

Syuaib bin Abu Hamzah, guru Abul Yaman yang satu ini memiliki kisah unik tersendiri, di mana sang guru sangat sulit untuk menyampaikan hadis kepada para muridnya. Entah karena alasan apa sang guru sulit menyampaikan hadis. Wallahu a’lam.

Lalu bagaimana periwayatan Abul Yaman dari gurunya tersebut?

 

Abu Zur’ah An-Nashri meriwayatkan dari Abul Yaman, beliau berkisah,

“Guruku Syuaib sangat sulit untuk menyampaikan hadis. Di saat menjelang kematiannya kami mengunjungi beliau. Beliau berpesan, ‘Ini adalah kitab-kitabku, aku telah mensahihkannya, barang siapa hendak mengambil (hadis yang ada di dalamnya -pent.), maka ambillah! Barang siapa yang hendak meninggalkannya, maka tinggalkanlah! Dan barang siapa ingin mendengar dari putraku, maka dengarlah, karena putraku telah mendengar dariku.’”

Dalam sebuah kesempatan, putra Syuaib berkata, “Abul Yaman mendatangiku dan beliau mengambil kitab-kitab Syuaib dariku.”

Ya demikianlah cara beliau meriwayatkan dari gurunya, Syuaib bin Abu Hamzah. Beliau tidak mendengar langsung darinya, namun meriwayatkan dari kitab-kitab hadis yang beliau tulis.

 

Rekomendasi dan Sanjungan Ulama Tentang Beliau

Abu Hatim rahimahullah berkata, “(Abul Yaman) adalah seorang yang cerdas, tsiqah (terpercaya), dan shaduq.”

Dalam Siyar A’lami An-Nubala, Adz-Dzahabi rahimahullah menyanjungnya, “(Abul Yaman) adalah seorang hafizh, imam, dan menjadi hujjah riwayatnya.”

 

Penutup

Mengakhiri tulisan ini, kita telah mengenal salah satu ulama pakar hadis yang hidup di era tahun seratusan hijriah, tentang biografi, guru, murid, serta sanjungan ulama tentang beliau. Beliau wafat di tahun 222 H pada usia 92 tahun. Semoga rahmat dan ampunan Allah terlimpahkan kepada beliau.


Artikel Kami: Ibnu Katsir, Tokohnya Ahli Tafsir


Rujukan

  • Siyat A’lam An-Nubala, karya Imam Adz-Dzahabi
  • Tahdzib At-Tahdzib, karya Imam Ibnu Hajar

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.