Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Antara usaha dan tawakal

 

Oleh Abdullah Ba’abduh Takhasus

 

Banyak cerita luar biasa yang terkandung dalam al-Qur’an. Setiap orang yang menghayati ayat al-Qur’an dan memahami isi kandungannya, pasti akan mendulang banyak faedah yang sangat berharga.

 

Kisah Ashabul Kahfi mengandung banyak arti

Di antaranya adalah kisah orang yang tinggal di gua dan lebih dikenal dengan ashabul kahfi. Lihatlah bagaimana Allah Ta’ala menceritakan keadaan mereka di dalam surat al-Kahfi. Bagaimana mereka bisa memadukan antara usaha dan tawakal kepada Rabbul ‘alamin. Sehingga mereka lulus dari ujian yang menimpanya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.

“Ingatlah tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: ‘Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).’” (QS. Al-Kahfi: 10)

 

Menyelamatkan agama

Mereka adalah para pemuda menyelamatkan agama dan tauhid yang mereka anut dari gangguan kaumnya yang menyekutukan Allah Ta’ala serta mengingkari adanya hari kebangkitan. Mereka sedang melakukan dua amalan agung. Yang pertama mereka lari dari kejelekan dan ujian menuju tempat berlindung.

Yang kedua, mereka tidak menyandarkan kepada jerih payah serta usaha mereka sendiri, namun menyerahkan itu semua serta memohon taufik dari Allah yang Menciptakan dan Mengatur langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Demikianlah yang disyariatkan bagi setiap muslim dalam menjalani hidup di dunia ini untuk selalu menggabungkan antara usaha dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

 

Penutup

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita taufik agar selalu istiqomah di atas agama ini dan dapat beribadah kepada Allah yang disertai rasa roja’ (rasa harap) apakah amalan kita diterima dan khouf (cemas) khawatir segala amalan yang kita lakukan tidak diterima di sisi-Nya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.