Bangkit Ketika Iqamat, Kapan Seharusnya Dilakukan?

Bangkit Ketika Iqamat

 

Terjemah fatwa oleh Muhammad Hamzah, Takmili

 

Pertanyaan

Ada sebagian kaum muslimin yang mereka tidak bangkit (ketika iqamat) untuk salat sampai sang muazin mengatakan: ‘Qad qamatish-shalah, qad qamatish-shalah.’ Setelah itu mereka baru bangkit dan salat bersama yang lainnya.

Biasanya mereka sudah duduk di masjid hingga sang muazin mengumandangkan azan. Setelah itu mereka salat dua rakaat lalu duduk sampai iqamat, dan mereka tidak bangkit sampai sang muazin mengatakan, ‘Qad qamatish-shalah, qad qamatish-shalah.”

 

Jawaban

Perkaranya bebas, tidak mengapa untuk bangkit sejak awal iqamat atau di pertengahannya.

Wa billahittaufiq qa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

 

Sumber: Fatwa al-Lajnah ad-Daimah, pertanyaan ke 1 dari fatwa no. 6108


Baca Juga: https: Jika Seseorang Terluput dari Salat Berjamaah, Apakah Dia Harus Azan Lagi?


السؤال الأول من الفتوى رقم (6108)
س1: هنا جماعة المسلمين لا يقومون إلى الصلاة حتى يقول المؤذن: (قد قامت الصلاة، قد قامت الصلاة) بعد ذلك يقومون معنا ويجلسون في المسجد حتى يؤذن المؤذن ويصلون ركعتين ويجلسون حتى يقيم المؤذن الصلاة، ولا يقومون من جلوسهم حتى يقول المؤذن الذي يقيم الصلاة: (قد قامت الصلاة قد قامت الصلاة ).

ج: الأمر في ذلك واسع، فلا حرج في القيام أول الإقامة أو أثناءها.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

نائب رئيس اللجنة // الرئيس //

عبد الرزاق عفيفي // عبد العزيز بن عبد الله بن باز //


Artikel Kami: Anjura Salat Sunnah Antara Azan dan Iqamat


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Promo Qurbani