Berbicara Urusan Agama Harus dengan Dalil
Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
فالحذر الحذر من التكلم في دين الله بالهوى اغترارا بالعقل والذكاء والفهم، وإنما الفقه في هذا النص كما هو شأن في الصحابة والتابعين.
“Hati-hati dan waspadalah! Dari sikap berbicara tentang urusan agama Allah dengan berdasarkan hawa nafsunya, karena terpedaya dengan kemampuan akalnya, kecerdasannya, dan pemahamannya.
Berbicara tentang agama semestinya hanyalah dengan berdasarkan ilmu dan pemahaman terhadap nash dan dalil. Sebagaimana hal ini merupakan prinsip dan kebiasaan para sahabat Nabi dan tabi’in.”
Sumber: Syarh Ushulus Sunnah, hal. 19